'Hari Merdeka' di Sydney, Kurs Dolar Australia Makin Mahal

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
12 October 2021 14:24
An Australia Dollar note is seen in this illustration photo June 1, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration Foto: Dolar Australia (REUTERS/Thomas White)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dolar Australia kembali menguat melawan rupiah pada perdagangan Selasa (12/10), melanjutkan kinerja positif awal pekan lalu. Kenaikan harga komoditas serta dicabutnya lockdown di Sydney menjadi pendongkrak penguatan dolar Australia.

Melansir data Refintiv, dolar Australia siang ini menguat 0,21% ke Rp 10.463,66 di pasar spot. Kemarin mata uang Negeri Kanguru ini mampu menguat 0,5% terbantu kenaikan harga batu bara.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 257,5/ton. Meroket 14,06% dibandingkan posisi akhir pekan lalu.


Di tahun ini, batu bara menjadi salah satu komoditas yang mencatat kinerja luar biasa. Sejak akhir 2020 hingga Senin kemarin, batu bara sudah meroket lebih dari 200%.

Batu bara merupakan salah satu ekspor utama Australia, sehingga kenaikan harganya yang sangat tajam tentunya akan menambah pendapatan negara, mata uangnya pun menjadi perkasa.

Selain itu, dolar Australia juga dianggap sebagai mata uang komoditas. Artinya kenaikan harga komoditas secara umum akan berdampak positif bagi dolar Australia.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari dibukanya kembali kota terbesar di Australia Sydney, setelah mengalami lockdown hampir selama 4 bulan.

Cafe, tempat olah raga, hingga restoran sudah dibuka kembali, dan menerima pelanggan dengan syarat sudah vaksinasi penuh. Pemerintah Australia kini bertujuan untuk hidup bersama virus corona.

"Saya melihat ini adalah hari kebebasan, ini adalah hari kebebasan," kata perdana menteri Negara Bagian New South Wales, Dominic Perrottet kepada wartawan di ibu kotanya, Sydney, sebagaimana dilansir Reuters.

"Kita memimpin bangsa ini yang berhasil keluar dari pandemi, tetapi sekaligus juga menjadi tantangan," tambahnya.

Perrottet memperingatkan tingkat infeksi virus corona akan meningkat setelah lockdown dicabut, dan negara bagian lain akan melihat seperti apa kehidupan yang berdampingan dengan virus corona.

Kemarin, Negara Bagian New South Wales melaporkan penambahan kasus Covid-19 sebanyak 496 orang, jauh lebih rendah ketimbang puncaknya pada pertengahan bulan lalu. Kemudian untuk vaksinasi, ditargetkan mencapai 80% di akhir Oktober yang akan diikuti dengan pelonggaran pembatasan sosial lebih lanjut.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading