Analisis Teknikal

Hantu 'Resesi' Muncul Lagi, Hati-hati IHSG Lanjut Merosot!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
12 October 2021 08:32
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan koreksi 0,34% ke 6.459,697 setelah sebelumnya sempat menguat ke 6.500.

IHSG berisiko merosot pada perdagangan Selasa (12/11), sebabnya aksi ambil untung (profit taking) setelah IHSG melesat lebih dari 4% pada pekan lalu, dan mencapai level tertinggi di tahun ini kemarin.

Selain aksi profit taking, bursa saham Amerika Serikat (AS) yang jeblok pada perdagangan Senin waktu setempat tentunya memberikan sentimen negatif ke pasar Asia hari ini.


Tingginya harga minyak mentah memperburuk sentimen pelaku pasar. Sebab, dikhawatirkan akan memicu resesi, dan sudah pernah terjadi sebelumnya.

"Tingginya biaya energi atau kenaikannya dalam waktu singkat di masa lalu memicu terjadinya resesi, dan ada kemungkinan sejarah akan terulang lagi jika harga minyak mentah terus menanjak. Kenaikan harga energi berdampak pada menurunnya pendapatan disposibel masyarakat," kata Neil Beveridge, analis dari Bernstein dalam sebuah catatan yang dikutip CNBC International.

Secara teknikal, kenaikan tajam IHSG pada pekan lalu sempat berlanjut Senin kemarin hingga menyentuh 6.500. Sayangnya IHSG langsung terkoreksi setelah mencapai level tersebut, artinya menjadi resisten yang kuat dan harus dijebol secara konsisten agar bisa melaju kencang lagi.

Indikator Stochastic pada grafik harian berada di wilayah jenuh beli (overbought), akibat kenaikan tajam belakangan ini.

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Sementara jika melihat grafik 1 jam, IHSG masih berada di dalam pola bullish Channel. Artinya, selama bergerak di dalamnya IHSG masih berpeluang naik, tetapi seadainya batas bawahnya di kisaran 6.450 ditembus, maka tekanan turun akan semakin besar.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

IHSG berisiko turun ke 6.400, dan support selanjutnya di kisaran 6.370.

Area 6.500 hingga 6.510 masih menjadi resisten terdekat, jika resisten ditembus, IHSG berpeluang menguat ke 6.540.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading