Soal BUMN Zombie, Staf Erick: Pesangon Iglas-Merpati Dibayar!

Market - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
05 October 2021 17:30
Arya Sinulingga (Dok.BUMN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian BUMN, lewat Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, mengungkapkan perkembangan terbaru soal rencana penutupan sedikitnya tujuh perusahaan BUMN 'zombie' alias yang sudah mati suri.

Untuk diketahui, saat ini setidaknya terdapat tujuh BUMN yang tak lagi memiliki prospek bisnis hingga tak lagi beroperasi sejak bertahun-tahun yang lalu sehingga akan segera ditutup oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Ketujuh BUMN yang dimaksud antara lain PT Kertas Leces (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero)/Iglas, dan PT Kertas Kraft Aceh (Persero).


Lalu ada PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Istaka Karya (Persero), dan PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero)/PANN.

Arya menjelaskan bahwa dari tujuh BUMN tersebut beberapa sudah dibagikan pesangon kepada karyawannya dan proses penutupan akan berjalan setelah digelarnya mekanisme rapat umum pemegang saham (RUPS) atau opsi penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

"Yang terdekat Iglas, kami sudah lakukan pembayaran ke karyawan, sudah dibayar oleh kami, sudah dibayar, kemudian pesangon mereka sudah dibayar, jadi nanti pembubaran lewat mekanisme RUPS atau PKPU, kita lihat nanti situasinya," kata Arya dalam temu media secara virtual, Selasa sore (5/10/2021).

Adapun untuk Kertas Aceh, sudah lama berhenti operasi karena problem bahan baku.

"Sejak lama sudah tidak operasi karena bahan baku, di sana dimoratorium sehingga gak punya bahan baku, sehingga mahal kertas dan sebagainya. Ini yang buat mereka susah operasi karena bahan baku gak ada. Kami kejar target [penutupan] secepatnya juga, ini akan ke PKPU, kalau masih bisa, ini bisa RUPS pembubaran Kertas Kraft Aceh," jelas Arya.

Sementara itu, Merpati awalnya ada investor akan masuk tetapi tidak jadi. Selain itu maskapai BUMN ini sudah lama tidak punya izin terbang.

"Merpati ini kan dia punya investor, dia gagal masuk investornya, kita gak tahu gak jadi masuk mereka, gak jadi masuk ke Merpati. saat ini Merpati izin terbangnya juga gak ada lagi," kata Arya.

"Dari segi karyawan kami sudah inikan juga gaji dan lainnya, sudah dibayar, sementara lainnya diurus, sehingga nanti hal-hal hubungan lain apapun itu kita tunggu keputusan pengadilan, jadi apa kewajiban Merpati akan dipenuhi sesuai dengan mekanisme pengadilan," katanya.

Adapun untuk PT PANN, menurut Arya, perusahaan ini adalah pembiayaan kapal dan pesawat terbang tetapi sudah tak masuk lagi dalam bisnis inti perusahaan.

"Sudah gak lagi dalam core bisnisnya, ini juga mereka akan mengarah kepailitan dan ada dia punya hotel, aneh juga padahal dia pembiayaan kapal, pesawat dan sebagainya, ini akan dikaitkan, akan dicoba secepatnya [diurus penutupan]," katanya.

Sementara itu, Istaka Karya menurut Arya memiliki beban yang sangat tinggi di mana utang lebih tinggi dari aset.

"Dari segi keuangan berat banget, lebih tinggi utangnya dari asetnya sehingga sudah kita itung gak mungkin lagi dioperasikan yang ada utang tiga kali [dari aset], terbelit-belit, karyawan kita akan ini beri ruang masuk ke perusahaan [BUMN] karya kita, ada 2-3 perusahaan siap tampung mereka," kata Arya.

"Kami kasih peluang mereka tetap bisa bekerja di urusan kekaryaan ini jadi nanti mereka akan secepatnya mereka ini ya kita likuidasi lah mudah-mudahan cepat Istaka Karya [dilikuidasi]. Jadi memang mereka masih ada kontraknya tapi kontraknya pun kami itung rugi juga. Rugi tiga kali, bahaya BUMN rugi melulu, asetnya jauh di bawah utangnya."

Di sisi lain, soal Industri Sandang, Arya mengatakan sektor tekstil yang dijalani perusahaan sudah tak menarik lagi bagi perusahaan tersebut.

"Industri Sandang Nusantara, tekstil juga tidak begitu bagus ya dah jelek lah, gak lagi menarik mereka punya bisnis, tapi gak ada hubungan [dengan bisnis tekstil lagi] malah [masuk] penyewaan tanah tempat, bukan lagi di-core bisnis mereka, maka akan validasi pailit, bisa RUPS atau kepailitan."

Arya mengatakan penutupan BUMN zombie ini baru dilakukan karena bertahun-tahun belum ada kepastian. "Kenapa baru sekarang karena bertahun-tahun kan gak ada kepastian dan langkah kongkret yang dibuat ini kepastian dibubarkan. Makanya 7 perusahaan ini yang akan dibubarkan seperti itu kira-kira."


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Fenomena BUMN 'Zombie', Bak Hidup Segan Mati Tak Mau


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading