Balada Utang AS Rp 400.000 T yang Bikin Repot Sedunia

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
03 October 2021 10:05
Joe Biden terima suntikan vaksin Booster. (REUTERS/KEVIN LAMARQUE

Jakarta, CNBC Indonesia - Drama politik anggaran di Amerika Serikat (AS) belum usai. Jika Kongres tidak menyepakati kenaikan batas utang (debt ceiling), maka pemerintah AS terancam tidak bisa membayar kewajiban utang alias default.

Pemerintahan Negeri Adidaya juga akan tutup untuk sementara (shutdown) karena ketiadaan anggaran.

Saat ini batas utang pemerintah AS adalah US$ 28,4 triliun. Dengan asumsi US$ 1 setara dengan Rp 14.315 seperti kurs tengah Bank Indonesia (BI) 1 Oktober 2021, jumlah itu menjadi Rp 406.546 triliun.


Untuk sementara memang sudah ada solusi. Pekan ini, Presiden AS Joseph 'Joe' Biden sudah meneken beleid untuk mendanai kebutuhan pemerintahan hingga 3 Desember 2021.

Namun masalah belum selesai. Aturan itu hanya menjadi payung hukum untuk anggaran operasional pemerintahan dan kebutuhan yang sudah dianggarkan sebelumnya seperti penempatan pengungsi Afganistan sebesar US$ 6,3 miliar dan bantuan korban bencana US$ 28,6 miliar.

Anggaran itu belum termasuk pembayaran bunga utang yang jatuh tempo dalam waktu dekat. Jika sampai 18 Oktober 2021 belum ada kesepakatan, maka AS terancam default untuk kali pertama sepanjang sejarah.

"Kita bisa jatuh ke krisis keuangan. Default juga akan membuat suku bunga lebih tinggi bagi siapapun yang mengakses kredit," tegas Janet Yellen, Menteri Keuangan AS, di hadapan Komite Jasa Keuangan House of Representatives, seperti dikutip dari Reuters.

Halaman Selanjutnya --> Pasar Obligasi AS, Dunia Ikut Jatuh

Pasar Obligasi AS, Dunia Ikut Jatuh
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading