Top! 6 Perempuan Ini Jadi 'Bos' 5 BUMN & 'Menteri' BUMN RI

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
27 September 2021 14:18
Dok Kementerian BUMN

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan kepemimpinan perempuan di perusahaan-perusahaan pelat merah bisa mencapai 25% pada 2023 mendatang.

Target ini dicapai untuk mendukung kesetaraan gender yang menciptakan keseimbangan kepemimpinan.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan adanya kepemimpinan perempuan ini merupakan bagian dari transformasi sumber daya manusia (SDM) di BUMN. Dengan begitu nantinya diharapkan akan begitu akan ada kesetaraan kepemimpinan.


"Yang kita pastikan sejak awal women leadership. Kita punya target tahun ini, sebentar lagi Desember, 15% kepemimpinan wanita, di 2023 itu targetnya 25%. Kenapa? Kita penting, tadi, melakukan kesetaraan gender. Dan tentu dengan adanya balance kepemimpinan ini juga terbukti ada improvement hasil daripada sebuah perusahaan," kata Erick di kantor Kementerian BUMN, Senin (27/9/2021).

Kementerian juga telah bekerjasama dengan Forum Human Capital Indonesia (FHCI) untuk mengembangkan pengembangan SDM tersebut.

Salah satu langkah yang digagas adalah kerja sama dengan Plan Indonesia untuk menggagas isu kesetaraan gender di dunia kerja. Program kampanye bertajuk Girls Take Over 2021 ini menargetkan perempuan muda untuk bisa merasakan dunia kerja di BUMN.

Dalam program ini telah dipilih enam perempuan untuk merasakan rasanya bekerja di lingkungan BUMN. Keenamnya akan diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan sebagai Menteri BUMN dan direktur utama di lima perusahaan BUMN lainnya.

Lima perusahaan yang sudah sepakat untuk bekerja sama tersebut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Angkasa Pura I (Persero), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Telkomsel.

Berikut enam profil perempuan muda terpilih:

1. Sharon (24 tahun) dari Bekasi, Jawa Barat, sarjana di bidang psikologi dan best graduate office development program (ODP) salah satu BUMN.

Selama pandemi Covid-19 saat ini, Sharon berkesempatan untuk memimpin tim Covid Rangers dalam mendorong kesadaran seluruh anggota tim demi mencegah penularan Covid-19.

2. Putri (21 tahun) dari Bandung, Jawa Barat, lulusan salah satu universitas pertanian, aktif memperjuangkan hak-hak anak perempuan di desanya. Ia sedih melihat anak perempuan yang dikawinkan dan putus sekolah.

Dia tergabung dalam Forum Anak Daerah untuk berjuang untuk menikmati haknya dan menjadi konselor dari kampung ke kampung.

3. Arum (23 tahun) dari Pare-pare, Sulawesi Selatan. Mahasiswi pendidikan hukum. Dia pernah memenangkan kategori Hakim Terbaik pada kompetisi peradilan semu bergengsi. Arumj uga aktif berorganisasi serta menjadi asisten peneliti, tutor serta bekerja di salah satu bank BUMN.

4. Virdha (23 tahun) dari Magelang, Jawa Tengah, merupakan pegawai di bagian SDM dan general affair. Saat ini Virdha aktif di Pusat Studi Gender dan berpartisipasi di dalam program pemberdayaan perempuan yang bekerja dengan berinovasi menggunakan bahan lokal dan melakukan pelatihan ekonomi untuk perempuan di suatu perkampungan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

5. Adinda (20 tahun) dari Jepara, Jawa Tengah, Adinda saat ini sedang mengenyam pendidikan S1 di bidang informatika. Ia pun aktif dalam kegiatan di dalam kampus, mulai dari menjadi anggota Developer Student Club, asisten praktikum, hingga pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

6. Sisilia (22 tahun) dari Kupang, NTT sempat menjadi seorang edukator dan Plt. Kepala Sekolah Pendidikan Usia Dini yang membawahi empat kelas besar di sebuah lembaga pendidikan swasta di Kota Kupang.

Sisilia ingin mendorong semua pihak untuk lebih memperhatikan isu kesetaraan gender dan tidak menghakimi perempuan atas pilihan yang ia ambil terhadap kepemilikan tubuhnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ternyata Ada yang Bikin Erick Thohir Kecewa di BUMN, Apa yah?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading