Begini Nasib 81.680 Karyawan BRI-PNM-Pegadaian, Kata Bos BRI

Market - Savira Wardoyo, CNBC Indonesia
25 September 2021 20:20
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan kinerja positif di tengah pandemi, terbukti hingga akhir kuartal II 2021 kantongi laba Rp 12,54 triliun atau tumbuh double digit sebesar 22,93 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding BUMN Ultra Mikro (UMi) telah resmi terbentuk dengan telah dilakukannya pengalihan saham (inbreng) seri B milik pemerintah di PT Permodalan Nasional Madani (Persero)/PNM dan PT Pegadaian (Persero) kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan adanya holding ini dinilai akan menjadi sarana pengembangan talenta bagi karyawan di ketiga perusahaan pelat merah tersebut. Termasuk 81.680 yang merupakan penggabungan karyawan PT Pegadaian dan PNM.

Sunarso mengatakan, dalam aksi korporasi tersebut hanya dilakukan akuisisi, sehingga tidak ada merger yang terjadi. Untuk itu, masing-masing perusahaan akan tetap berada pada core business-nya setelah proses tersebut selesai.


Sunarso menilai para karyawan akan memiliki kesempatan berkarier yang lebih luas dengan PNM dan Pegadaian menjadi anak usaha BRI.

Menurut Sunarso, karyawan akan bisa mengoptimalisasi kompetensinya masing-masing di perusahaan ini.

"Bagi karyawan ini adalah kesempatan untuk menumbuhkembangkan kariernya secara optimal sesuai dengan potensinya masing-masing. Sudah barang tentu harus kompetisi secara sehat, karena kompetisi memang diperlukan supaya setiap individu mampu mengeluarkan potensi terbaiknya setelah itu baru dikolaborasikan dalam ekosistem ini,"kata Sunarso dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, Selasa (14/9/2021).

Tak hanya kepada karyawan, adanya holding ini juga akan memberikan manfaat kepada nasabah adalah makin banyaknya usaha ultra mikro yang bisa dilayani oleh sistem pembiayaan yang disediakan oleh ekosistem ini.

Selain itu, juga akan tersedia produk pembiayaan yang lebih beragam dari ketiganya, mulai dari group lending yang disediakan oleh PNM, pembiayaan fidusia seperti yang diberikan oleh Pegadaian dan akses pembiayaan yang lebih besar di level BRI.

Dampak bagi pemegang saham adalah makin luasnya bisnis yang dijalankan oleh BRI sehingga makin besar potensi untuk pertumbuhannya bagi bank meski memakan waktu cukup lama.

"Dengan dibentuknya holding ultra mikro ini nafsu untuk tumbuh itu kita penuhi tetapi tumbuhnya kepada yang smaller, maka kemudian kita mencari segmen yang lebih kecil," katanya.

"Sehingga terbentuknya holding ultra mikro ini sesungguhnya bagi pemegang saham bisa dimaknai bahwa inilah sebenarnya sumber pertumbuhan baru yang bisa menjaga pertumbuhan BRI ke depan secara grup secara sustain," kata Sunarso.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Setujui Rights Issue 28 M Saham, Ini Hasil Lengkap RUPSLB BRI


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading