Ternyata Begini, Erick Thohir Bongkar Masa Depan BRI!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
23 November 2021 14:25
Holding Ultra Mikro yang melibatkan tiga entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM resmi terbentuk.

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) untuk terus menurunkan porsi pembiayaannya ke korporasi dan berfokus memberikan pembiayaan ke sektor mikro dan ultra mikro. Langkah ini dilakukan melalui ekosistem yang telah dibentuk beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, saat ini mayoritas pembiayaan BRI sudah diberikan kepada sektor mikro dan ultra mikro ini, bahkan hanya 18% dari pembiayaan BRI diberikan ke korporasi. Namun Erick menargetkan angka ini daat terus diturunkan ke depannya.

"Ketika kita bicara UMKM kita benchmarking UMKM pembiayaan di Malaysia dan Thailand 50% dari pembiayaan perbankan, kita baru 20%, lokomtif kita BRI. Waktu saya masuk 40% ke korporasi padahal udah ada Mandiri dan BNI. Nah kita tekan bahwa BRI ga boleh ke korporasi besar terus dan itu akhirnya BRI sekarang hanya 18% korporasi, itupun saya mau tekan terus," kata Erick dalam akun Youtube Akbar Faizal Uncensored, dikutip Selasa (23/11/2021).


Saat ini BRI merambah ke sektor ultra mikro salah satunya PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Menurut Erick, selama pandemi perusahaan ini telah berhasil menambah jumlah nasabah hingga 5,2 juta orang, yang berarti setidaknya juga menciptakan lapangan kerja dengan jumlah yang sama.

Sedangkan menurut data terbaru, jumlah nasabah di PNM sudah mencapai 11 juta orang. Dan target ini terus ditingkatkan ke depannya hingga mencapai 20 juta nasabah.

"Ketika kita membikin lokomotif, yang awalnya sulit, BRI, PNM, Pegadaian ribut juga tuh. Hari ini luar biasa, ini PNM kemarin saya dapat laporan hit jadi 11 juta nasabah. Ini ibu-ibu yang pinjaman Rp 1 juta-Rp 4 juta tanpa agunan dan tingkat NPL-nya 0,13%. Saya ingin dorong ini sampai 20 juta," tandasnya.

Untuk diketahui, holding ultra mikro telah berdiri sejak September 2021 lalu ditandai dengan akta inbreng saham PNM dan Pegadaian dari pemerintah kepada BRI sesuai PP No. 73/2021.

Holding ini dipimpin BRI dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero)/PNM dan PT Pegadaian (Persero) sebagai anak usaha perusahaan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pasca Holding Ultra Mikro, Kinerja Saham BBRI Makin Solid


(mon/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading