Harga Emas Dunia Belum Bergairah, Sepekan Melemah 0,2%

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
25 September 2021 14:00
emas

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas pada perdagangan pekan ini tercatat kembali melemah, melanjutkan pelemahan pada pekan lalu, meskipun pelemahannya mulai terpangkas pada pekan ini.

Harga emas dunia pada pekan ini melemah 0,24% secara point-to-point, lebih baik dari pekan lalu yang ambles hingga 1% lebih. Namun pada penutupan perdagangan Jumat (24/9/2021) kemarin, harga emas berhasil menguat 0,42% ke US$ 1.749,86/troy ons, setelah pada perdagangan Kamis (23/9/2021) sempat ambles hingga 1% lebih.


Harga emas dunia yang sempat ambles pada Kamis lalu disebabkan oleh sentimen dari dot Plot, proyeksi suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

Dalam proyeksi terbarunya, The Fed memperkirakan suku bunga akan naik di tahun depan, lebih cepat dari proyeksi sebelumnya di tahun 2023.

Ketika suku bunga dinaikkan, harga emas menjadi kurang menarik, sebab merupakan aset tanpa imbal hasil, opportunity cost akan meningkat. Alhasil harga emas dunia sempat merosot selama 2 hari beruntun.

Namun pada Jumat kemarin, investor global kembali dikhawatirkan oleh krisis likuiditas Evergrande, dan hal ini membuat investor kembali memburu emas yang dianggap sebagai salah satu aset aman (safe haven).

Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintah China mengingatkan kepada pejabat lokal untuk mengantisipasi dampak Evergrande. Hal ini terjadi karena masih belum ada kepastian seputar kemampuan perseroan pembayaran kewajibannya dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS).

Pemerintahan Xi Jinping juga mengatakan bahwa pejabat lokal hanya boleh turun tangan disaat menit-menit terakhir untuk mencegah efek domino kasus tersebut.

Laporan WSJ menunjukkan kemungkinan pemerintah pusat masih memiliki keinginan untuk menyelamatkan Evergrande, terlepas dari implikasi globalnya.

Saat ini, investor masih menunggu apakah Evergrande bakal bisa membayar bunga utang senilai US$ 83 juta atas obligasi denominasi dolar AS.

Di lain sisi, koreksi harga emas dunia sepertinya masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan harga emas bisa menuju ke US$ 1.741,86/troy ons. Bahkan mungkin harga bisa turun lebih dalam ke kisaran US$ 1.724-1.736/troy ons.

Hal ini karena investor masih merespons negatif dari indikasi The Fed bakal menaikkan Federal Funds Rate lebih cepat yaitu 2022 alias tahun depan. Bukan 2023 seperti yang diperkirakan sebelumnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading