Sempat Flat Kemarin, Harga Emas Hari Ini Cenderung Melemah

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
12 May 2021 14:20
FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas cenderung melemah pada perdagangan Rabu (12/5/2021) waktu Asia, setelah pada perdagangan Selasa (11/5/2021) kemarin pergerakan emas cenderung mendatar (sideways)

Pekan lalu, harga emas sudah berada di atas US$ 1.830/troy ons. Namun pada pagi hari ini, emas kembali melemah 0,47% ke level harga US$ 1.828/troy ons.


Walaupun pagi hari ini harga emas cenderung melemah, namun ada kabar baik bagi salah satu aset safe haven tersebut. Poling Reuters terhadap strategi valuta asing (valas) menunjukkan bahwa dolar AS kemungkinan masih akan tertekan tiga bulan ke depan. Tentu saja ini jadi kabar baik untuk harga emas.

Dolar AS dan emas merupakan dua aset keuangan yang saling bertolak belakang, alias memiliki korelasi negatif. Pelemahan dolar AS akan cenderung mendorong harga emas lebih tinggi.

Apalagi di tengah kondisi inflasi yang terus terlihat naik di tengah kebijakan makro akomodatif yang ditempuh pemerintah serta bank sentral. Semakin agresifnya vaksinasi dan pembukaan ekonomi di negara-negara Barat akan cenderung memantik inflasi terjadi.

Ekspektasi inflasi yang tinggi menjadi katalis positif untuk emas mengingat si logam kuning merupakan salah satu aset yang diburu investor ketika inflasi terjadi untuk dijadikan sebagai store of wealth ketika devaluasi mata uang terjadi.

Saat ini memang ada tren bahwa investor mulai beralih ke komoditas industri lainnya bahkan sampai aset digital kripto untuk lindung nilai (hedging) dari risiko inflasi yang tinggi. Beberapa berpendapat bahwa aset kripto bisa menggantikan peran emas.

Namun dalam sepanjang sejarah inflasi belum ada yang seteruji emas. Walaupun terbilang konservatif, tetapi emas masih menjadi opsi paling aman yang tak lekang oleh zaman.

Pasokan yang cenderung stabil dan nilai historisnya membuat emas dijadikan aset untuk lindung nilai meskipun tidak memberikan imbal hasil apapun.

Kombinasi aspek teknikal, sentimen dan fundamental ini membuat analis dan investor kompak meramal harga emas bakal bullish minggu depan.

Survei yang dilakukan oleh Kitco News terhadap 16 analis Wall Street menunjukkan bahwa 88% di antaranya meyakini harga emas bisa naik minggu depan.

Sementara itu poling yang digalang dengan target responden investor ritel oleh Kitco menunjukkan bahwa persepsi bullish terhadap emas pada pekan depan juga tak terlalu jauh.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading