Internasional

Alert! The Fed Kasih Sinyal 'Ngeri', Tapering Datang November

Market - sef, CNBC Indonesia
23 September 2021 06:16
FILE - In this Nov. 25, 2019, file photo Federal Reserve Board Chair Jerome Powell addresses a round table discussion during a visit to Silver Lane Elementary School, in East Hartford, Conn. On Wednesday, Dec. 11, the Federal Reserve issues a statement and economic projections, followed by a news conference with Powell. (AP Photo/Steven Senne)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sinyal tapering semakin dekat. Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) menegaskan akan mulai melakukan program pengurangan obligasi itu November tahun ini dan menyelesaikan prosesnya pertengahan tahun 2022.

Tapering bisa dimulai setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed, 2-3 November. "Selama pertumbuhan pekerjaan AS hingga September cukup kuat," tulis Reuters memuat pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell, Rabu (23/9/2021) waktu setempat, ketika menjelaskan penarikan pembelian obligasi bulanan US$120 miliar tersebut.


The Fed pun mengisyaratkan akan ada kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan. Secara garis besar, ekonomi ke depan dipandang terus membaik sehingga 'stimulus' yang selama ini diberikan bisa dikurangi.

Sementara itu, dari rapat yang berakhir Rabu malam tadi, suku bunga acuan sekarang tetap ditahan di kisaran 0-0,25 persen. Pembelian obligasi dan sekuritas berbasis hipotek masih akan dilanjutkan setidaknya saat ini.

"Secara keseluruhan, pernyataan dan proyeksi The Fed mungkin sedikit lebih hawkish daripada yang diperkirakan banyak orang. The Fed pada dasarnya mengakui bahwa jika ekonomi terus tumbuh seperti yang telah kita lihat. Itu akan menjamin pengurangan (tapering of) terjadi," kata Kepala Investasi CFRA Research di New York, Sam Stovall.

"Bisa dibilang itu adalah pengumuman tentatif tapering meskipun mereka menurunkan perkiraan PDB 2021 mereka."

Tapering off bisa berdampak ke negara berkembang, khususnya ke pergerakan nilai pasar saham dan nilai tukar dalam negeri. Ada potensi nilai tukar rupiah melemah karena aliran modal ke luar (capital outflow).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terima Kasih Mr. Powell, "Setan" Tapering Sekali Lagi Diusir


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading