Atasi Krisis Evergrande, Bank Sentral China 'Guyur' Rp 264 T

Market - Tommy Sorongan, CNBC Indonesia
22 September 2021 20:34
FILE PHOTO: FILE PHOTO: An exterior view of China Evergrande Centre in Hong Kong, China March 26, 2018. REUTERS/Bobby Yip/File Photo/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral China, yaitu The People's Bank of China (PBOC) mengguyur uang ratusan triliun yuan ke sistem keuangan China. Hal ini dilakukan untuk menekan kekhawatiran pelaku pasar terhadap krisis perusahaan properti raksasa China, Evergrande Group.

Diberitakan Bloomberg, Rabu (22/9/2021), PBOC menyuntikkan 120 miliar yuan (US$ 18,6 miliar) atau Rp 264 trilun lebih ke sistem perbankan lewat reverse repurchase agreements. Secara net, suntikan yang diberikan PBOC mencapai 90 miliar yuan.

Aksi ini membuat sentimen menjadi positif, apalagi unit bisnis properti Evergrande juga berencana membayar bunga utang yang jatuh tempo Kamis ini.


"Injeksi dari PBOC mungkin bertujuan untuk meredakan kekhawatiran di pasar akibat Evergrande. Namun di samping itu ada juga kebutuhan untuk mencegah dampak ke ekonomi dan sektor lain," ujar Analis dari DBS Bank Singapura, Eugene Leow.

China memang membuat pasar menjadi tenang, karena hampir seluruh pasar saham dunia mengalami kejatuhan akibat kekhawatiran krisis utang Evergrande. Bahkan bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) juga sempat jatuh karena sentimen Evergrande, meski sejumlah analis menyatakan krisis ini tidak sama seperti kejatuhan Lehman Brothers.

Unit usaha properti Evergrande disebut akan melakukan negosiasi kepada pemegang obligasi, soal rencana pembayaran bunga yang jatuh tempo 23 September 2021 besok.

Ketidakpastian sempat berkembang di pelaku pasar, tentang bagaimana Evergrande menyelesaikan masalah keuangannya, dengan utang yang jumlahnya mencapai US$ 300 miliar atau lebih dari Rp 4.200 triliun. Apalagi pemerintah China belum memberikan pernyataan yang menjamin penyelesaian masalah Evergrande.

Tak hanya itu, masalah perlambatan ekonomi China juga menambah kecemasan di kalangan investor. Sejumlah analis dari bank-bank besar seperti Citigroup, Barclays, dan UBS Group, menyatakan krisis Evergrande tidak akan seperti keruntuhan Lehman Brothers.

"Saat ini pasar mengharapkan, pemerintah China membuat rencana untuk membantu restrukturisasi perusahaan dan pembiayaan akan kembali lancar. Intinya adalah, China tidak akan membiarkan masalah Evergrande berubah menjadi krisis keuangan atau membiarkan masalah ini memicu risiko sistemik apapun," ujar Kepala Ekonomi Standard Chartered Plc di Hong Kong, Ding Shuang.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terkuak! 'Dosa' Besar Raksasa Properti China


(wed/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading