Kehancuran Evergrande Bikin IHSG Nyaris Ambles 1%

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
20 September 2021 15:42
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin (20/9/2021) awal pekan ini, mengikuti pelemahan bursa saham Hong Kong akibat kecemasan investor akan gagal bayarnya raksasa properti Evergrande.

Indeks saham acuan Tanah Air tersebut ditutup merosot 0,93% ke level 6.076,21. Namun pada penutupan sesi kedua, koreksi IHSG cenderung terpangkas. Pada sesi I hari ini, IHSG sempat ditutup ambles 1,17% ke level 6.061,41.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini kembali turun menjadi Rp 12,2 triliun. Sebanyak 152 saham menguat, 386 saham melemah dan 124 lainnya mendatar.


Terpantau investor asing melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 212 miliar di pasar reguler. Namun di pasar tunai dan negosiasi, asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp 362 miliar.

Investor asing melakukan pembelian bersih di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 199 miliar. Selain di saham BBCA, asing juga tercatat mengoleksi saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 59 miliar.

Dari pergerakan sahamnya, saham BBCA berhasil ditutup melesat 1% ke level harga Rp 32.925/unit, sedangkan saham TLKM berakhir melemah 0,28% ke posisi harga Rp 3.520/unit.

Sementara penjualan bersih dilakukan asing di saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang dilepas sebesar Rp 152 miliar dan di saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 35 miliar.

Saham BBRI ditutup melemah 0,55% ke level Rp 3.590/unit, sedangkan saham BBNI ditutup terkoreksi 2,83% ke posisi harga Rp 5.150/unit.

Koreksi pada IHSG mengekor bursa saham Hong Kong yang kebakaran hari ini. Indeks Hang Seng anjlok 3,3% akibat kecemasan investor akan gagal bayarnya raksasa properti China, China Evergrande Group yang memicu terjadinya panic selling.

Belum lama ini, Bloomberg memberitakan, seperti dikutip dari Reuters, otoritas perumahan China telah memberitahukan kepada bank-bank bahwa Evergrande tidak akan mampu membayar bunga pinjaman yang jatuh tempo pada 20 September 2021 karena kesulitan likuiditas.

Padahal di Asia, indeks saham utama seperti China, Jepang, dan Korea Selatan tidak dibuka pada hari ini karena sedang libur nasional. Sehingga ketika indeks utama Asia ditutup, maka pelaku pasar mencari sentimen lainnya, salah satunya yakni bursa saham Hong Kong.

Meskipun perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) RI menunjukkan perbaikan, namun IHSG malah merosot karena sentimen negatif yang datang dari Hong Kong.

Kemarin, tercatat ada tambahan 2.234 kasus baru. Namun kasus aktif yang masih dirawat berkurang 4.097 orang, menjadi 60.969 orang. Dengan demikian, maka total kasus Covid-19 di Indonesia secara total menjadi 4.190.763 orang.

Pasar cenderung memperhatikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Selasa nanti mengenai kebijakan moneter sebulan ke depan. Polling Reuters memperkirakan suku bunga acuan nasional (BI 7-Day Reverse Repo Rate) bakal dipertahankan di level 3,5%.

Selain itu, pelaku pasar juga cenderung bersikap hati-hati menjelang rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) dalam Komite Pasar Terbuka The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) yang akan berlangsung pada pekan ini.

Pasar akan memantau apakah akan ada kebijakan-kebijakan tambahan yang dipersiapkan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk mengerem efek buruk dari kebijakan tapering (pengurangan pasokan likuiditas di pasar oleh bank sentral AS).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading