26 Tahun Widodo Makmur Perkasa

Bos Widodo Makmur: Tahun Ini Pendapatan Tumbuh 300%

Market - Emir Y, CNBC Indonesia
20 September 2021 16:10
Chief Executive Officer (CEO) Widodo Makmur Perkasa Tumiyana

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO PT Widodo Makmur Perkasa, Tumiyana  menetapkan target pertumbuhan pendapatan pada tahun ini mencapai 300%, dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini didorong dari peningkatan utilisasi produksi yang sedang digenjot perusahaan.

"Pertumbuhan tahun ini masih di desain naik 300%, dari revenue tahun lalu kita mau tahun ini di atas Rp 7 triliun. Sedangkan tahun depan desain pertumbuhan di atas 100%," katanya kepada CNBC Indonesia saat ditemui di kantornya, Senin (20/9/2021).

Dari laporan keuangan perusahaan, tercatat pendapatan di 2020 mencapai Rp 3,03 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 2,89 triliun. Tumiyana mengatakan optimisme pertumbuhan didasari dari utilitas produksi semua milik Widodo Makmur Perkasa meningkat. Juga peningkatan harga jual produk baik dari unggas maupun sapi.


"Jadi di-drive dari dua sisi, yang besar adalah dari sarana produksi naik sehingga revenue naik," jelasnya.

Untuk perkembangan jangka pendek perusahaan pangan dan properti ini juga akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan November 2021. Tumiyana mengatakan dari rencana IPO ini mendapatkan modal tambahan mencapai Rp 5,5 triliun untuk peningkatan utilitas dan kapasitas terpasang untuk produksi.

Pasca IPO diharapkan ada perubahan yang besar dari ukuran perusahaan maupun modal perusahaan. Total belanja modal perusahaan mencapai Rp 11 triliun sampai lima tahun mendatang.

Tahun ini direncanakan mencapai Rp 1,2 triliun, yang digunakan untuk pembangunan fasilitas peternakan ayam di Cianjur. juga peningkatan utilitas di tempat peternakan sapi dan ayam pedaging.

"Kita punya sapi hidup produksinya 172 ribu ekor per tahun, itu utilisasi 60%, artinya dengan peningkatan ekuitas kita mau tahun depan penuh. Yang ayam broiler kapasitas produksi 6 juta, kalau delapan kali cycle, berarti tahun depan kira-kira sekitar 52 juta ayam capacity untuk broiler," jelasnya.

Sementara untuk rumah potong yang tahun ini hanya berproduksi 13.500 potong ayam perjam, atau sekitar 283 ton per hari, tahun depan dengan adanya tambahan dari fasilitas peternakan ayam di Cianjur menjadi 25.500 per jam atau 357 ton per hari.

Selain itu Tumiyana juga berbicara soal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sedang dibangun mencapai 158 megawatt (MW) di fasilitas peternakan di Cianjur dan Wonogiri. Paling tidak sampai semester I ke depan ada sudah terbangun 37 MW.

"Sedangkan sisanya itu dalam waktu empat tahun ke depan," katanya. Perseroan juga berencana untuk mengkombinasikan PLTS dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu untuk peternakan di remote area.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemulihan Daya Beli Jadi Pendorong Bisnis Widodo Makmur


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading