Ritel Babak Belur, Kok Djarum Mau Caplok Supraboga Lestari?

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
20 September 2021 16:00
Ranch Market/dok Grand Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Global Digital Niaga atau yang lebih dikenal dengan nama Blibli sebuah platform e-commerce yang dibekingi oleh Group Djarum mengumumkan rencana pengambil alihan 51% saham PT Supraboga Lestari Tbk (RANC).

Pengumuman rencana akuisisi ini sempat membuat harga saham RANC terbang 10% minggu lalu. Namun sejatinya apa alasan dibalik rencana akuisisi ini di saat industry ritel sedang lesu-lesunya akibat Covid-19?

Secara fundamental, kinerja keuangan RANC mengalami penurunan di semester I tahun ini. Pendapatan turun 6,25% yoy menjadi Rp 1,4 triliun dan laba bersih makin parah lagi anjloknya. Bottom line RANC tergerus 67% dan hanya membukukan laba bersih senilai Rp 17,3 miliar pada semester I tahun ini.


Rencana strategis akuisisi perusahaan pengelola Ranch Market ini tak lain dan tak bukan gunanya untuk membangun ekosistem Blibli sebagaimana disampaikan oleh CEO sekaligus Co-Founder Blibli Kusumo Martanto.

"Untuk itu, sebagai bentuk komitmen Blibli dalam mempercepat pengembangan dan perluasan ekosistem bisnis sebagai salah satu perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia, kami telah melakukan penandatanganan Perjanjian Pengikatan Pembelian Saham (PPPS) dalam Supra Boga Lestari," kata Martanto kepada CNBC Indonesia, Kamis (16/9/2021).

Dengan akuisisi emiten ritel ini maka ekosistem Blibli semakin lengkap mulai dari bank digital yang nantinya bisa didukung oleh blu by BCA dan layanan perjalanan oleh Tiket.com.

Lagi pula model bisnis Blibli juga memiliki value proposition tersendiri. Berbeda dengan Tokopedia, Shopee dan Bukalapak yang cenderung customer to customer (C2C), Blibli fokus pada model business to customer (B2C).

Dengan model ini Blibli terkenal unggul dalam hal penawaran produk yang asli dan otentik. Selain itu berdasarkan survei yang dilakukan oleh ecommerceIQ dua tahun silam, Blibli terkenal lebih unggul dalam hal customer service dan experience selain produknya yang asli. Ini menjadi value proposition bagi e-commerce yang dibekingi oleh GDP ventures ini.

Jadi meskipun industri ritel sedang terpuruk tetapi ritel yang dimaksud adalah ritel yang konvensional alias yang masih bergantung pada toko fisik (brick and mortar) sementara transaksi e-commerce justru terus menanjak.

Dengan ekosistem yang semakin lengkap dan value proposition yang dibangun diharapkan bisa meningkatkan transaksi serta valuasi Blibli karena model bisnis startup memang selayaknya demikian yaitu membesarkan ekosistem guna bisa memonetisasi dari setiap peluang yang ada.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading