Duar! Harga CPO Rontok, Saham AALI, TBLA, SIMP Dkk Ambles

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
20 September 2021 09:31
Ilustrasi kelapa sawit. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah saham emiten produsen sawit (termasuk crude palm oil/CPO) melemah pada awal perdagangan hari ini, Senin (20/9/2021), di tengah melorotnya harga CPO dalam sepekan belakangan.

Berikut pelemahan saham sawit, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.16 WIB.

  1. Mahkota Group (MGRO), saham -2,00%, ke Rp 735/saham


  2. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), -1,82%, ke Rp 810/saham

  3. Bakrie Sumatera Plantations (UNSP), -1,71%, ke Rp 115/saham

  4. Astra Agro Lestari (AALI), -1,47%, ke Rp 8.400/saham

  5. Tunas Baru Lampung (TBLA), -1,27%, ke Rp 775/saham

  6. Provident Agro (PALM), -0,86%, ke Rp 460/saham

  7. Triputra Agro Persada (TAPG), -0,83%, ke Rp 600/saham

  8. Jaya Agra Wattie (JAWA), -0,74%, ke Rp 134/saham

  9. Salim Ivomas Pratama (SIMP), -0,47%, ke Rp 424/saham

  10. PP London Sumatra Indonesia (LSIP), -0,47%, ke Rp 1.070/saham

Menurut data di atas, saham MGRO menjadi yang paling ambles, yakni 2,00% ke Rp 735/saham. Dalam sepekan saham ini terkoreksi 2,00%, sementara dalam sebulan naik 5,00%.

Di posisi kedua, saham SSMS yang turun 1,82% ke Rp 810/saham, melanjutkan pelemahan pada Jumat pekan lalu. Dalam seminggu saham ini merosot 1,22%, sedangkan dalam sebulan turun 2,42%.

Di bawah saham SSMS, ada saham Grup Bakrie UNSP yang tergerus 1,71% ke Rp 115/saham, usai melemah 0,85% pada Jumat lalu. Dalam sepekan saham ini masih naik 0,86%, sementara dalam sebulan melesat 5,41%.

Keempat, ada saham Grup Astra AALI yang melemah 1,47% ke Rp 8.400/saham, setelah stagnan pada perdagangan Jumat minggu lalu. Dalam sepekan dan sebulan saham AALI kompak stagnan.

Sebelumnya, harga minyak sawit mentah alias CPO melemah sepanjang pekan lalu, melibas reli yang tercipta sepekan sebelumnya, jelang berakhirnya moratorium pembukaan lahan sawit di Indonesia.

Setelah libur sehari sebelumnya karena hari besar Malaysia, harga kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Oktober 2021 di Bursa Malaysia Derivatif Exchange langsung anjlok 3,9% ke MYR 4.518/ton atau drop 182 ringgit pada Jumat.

Koreksi tersebut memperparah penurunan selama sepekan, sehingga secara akumulatif harga komoditas ekspor utama Indonesia dan Malaysia ini anjlok 1,2%. Koreksi mingguan tersebut melibas reli yang terbentuk sepekan lalu sebesar 0,5%.

Koreksi terjadi di tengah habisnya masa moratorium izin pembukaan lahan sawit baru pada pekan ini, yang membuka peluang terjadinya pembukaan kembali izin yang pada akhirnya menambah pasokan dunia.

Presiden Joko Widodo pada 19 September 3 tahun lalu memerintahkan penghentian penerbitan izin baru untuk pembukaan lahan sawit baru. Oleh karenanya, hari ini izin masa tersebut resmi berakhir, dan pemerintah bakal memberikan pengumuman mengenai itu besok.

Perpanjangan moratorium berpeluang memicu kenaikan harga lebih lanjut karena pasokan dunia bakal cenderung stagnan sementara permintaan dunia kian membaik mengikuti pembukaan kembali ekonomi di negara maju. Sebaliknya jika moratorium dicabut, pasokan akan bertambah di masa mendatang.

Meski sepekan terkoreksi, harga CPO sepanjang kuartal berjalan terhitung melonjak sebesar 19,5%, demikian juga dengan pergerakan tahun berjalan ini yang terhitung masih melesat hingga 25,5%.

Analis Komoditas Reuters Wang Tao memperkirakan harga CPO menembus titik resistance terdekat di MYR 4.439/ton. Penembusan level tersebut akan membawa harga naik lagi menuju MYR 4.507/ton.

Tren kenaikan harga CPO, lanjut Wang, dimulai di titik MYR 4.150/ton. Tren ini dibagi dalam tiga gelombang, dan saat ini sudah masuk ke gelombang ketiga yang bisa membawa harga ke arah MYR 4.507/ton.

"Tren bullish ini tampak di grafik pergerakan harga harian. Jika kemudian titik resistance selanjutnya di MYR 4.493/ton kembali tertembus, maka target harga bisa dinaikkan menjadi MYR 4.878/ton," tulis Wang dalam risetnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading