Dow Futures Melemah, Berpeluang Lanjutkan Koreksi Hari Kedua

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
15 September 2021 19:46
wall street

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) tertekan pada Rabu (15/9/2021), setelah koreksi indeks Dow Jones hingga 300 poin pada perdagangan kemarin.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melemah 24 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 cenderung flat, sementara Nasdaq melemah sebesar 0,2%. Ketiganya sempat menguat pada dini hari waktu setempat sebelum kemudian terkoreksi.

Sepanjang bulan ini pasar tertekan akibat meningkatnya kecemasan investor menghadapi penyebaran virus Covid-19 varian delta yang menekan prospek pemulihan ekonomi, yang bakal mempengaruhi arah kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) terkait likuiditas.


Indeks S&P 500 pada Selasa tertekan ke level terendah sejak 20 Agustus. Sementara itu, indeks Nasdaq tertekan dalam 5 hari beruntun. Indeks Dow Jones, S&P 500 dan indeks saham kecil Russell 2000 tertekan dalam 6 hari terakhir.

"Di tengah kecemasan seputar tekanan ekonomi akhir-akhir ini dan momentum pergantian bisnis, kami masih yakin bahwa pertumbuhan yang kuat akan menunggu di depan dan aktivitas bakal kembali dipercepat," perencana investasi JPMorgan Dubravko Lakos-Bujas, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Dia memperkirakan indeks S&P 500 menggapai level 4.700 akhir tahun ini dan melampaui level 5.000 tahun depan didorong penguatan kinerja keuangan emiten AS. Saham Microsoft lompat lebih dari 1% di sesi pra-pembukaan setelah mengumumkan kenaikan pembagian dividen dan program pembelian kembali (buyback) saham senilai US$ 60 miliar.

Saham energi, yang telah menjadi target investasi populer di antara investor perbankan terkait pemulihan ekonomi, kembali menguat di sesi pra-pembukaan setelah harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melampaui harga US$71. Saham Exxon lompat 1%.

Sementara itu, saham Apple berbalik menguat setelah sempat anjlok pada Selasa setelah mengungkapkan produk-produk terbarunya.

Pada Selasa, Departemen Tenaga Kerja AS merilis data inflasi Agustus yang menunjukkan kenaikan tak terduga sebesar 5,3% (tahunan) dan 0,3% secara bulanan. inflasi inti tercatat hanya 0,1%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading