Dow Futures Naik Tipis Jelang Rilis Data Slip Gaji September

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
08 October 2021 19:25
wall street

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) tak banyak berubah pada perdagangan Jumat (8/10/2021), sementara investor Wall Street masih menanti data lapangan kerja per September.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average naik 11 poin dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq juga cenderung flat, di tengah menguatnya kembali imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS ke level 1,59%.

Semua perhatian kini tertuju pada data lapangan kerja yang bakal dirilis hari ini, dan bakal menentukan apakah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bakal mempercepat atau memperlambat kebijakan tapering (pengurangan stimulus ke pasar).


Menurut survei Reuters, jumlah slip gaji (di luar sektor pertanian) di AS diprediksi bertambah 500.000 pada September atau jauh lebih baik dari angka Agustus yang hanya sebanyak 235.000. Data ini bakal dirilis setelah kemarin klaim tunjangan pengangguran baru tercatat menurun.

Bulan lalu bos The Fed Jerome Powell telah mengindikasikan bahwa pemangku kebijakan di bank sentral terkuat dunia tersebut sepakat pengurangan pembelian aset bisa dimulai secepatnya pada November, selama angka tenaga kerja September "bagus."

Departemen Tenaga Kerja pada Kamis melaporkan klaim tunjangan pengangguran pekan lalu tercatat bertambah 326.000, atau lebih baik dari proyeksi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 345.000. Klaim pekan sebelumnya tercatat mencapai 362.000 klaim.

Sementara itu, klaim tunjangan untuk pengangguran lama menurun 97.000 menjadi 2,71 juta. "Klaim tunjangan pengangguran mingguan menjadi makanan pembuka bagi data slip gaji sektor non-pertanian pada Jumat ini," tutur Edward Moya, analis senior Oanda, seperti dikutip CNBC International.

Wall Street pada Kamis ditutup menguat setelah tercapai kesepakatan sementara terkait batas utang pemerintah AS. Dow Jones lompat 340 poin (+0,98%), menjadi reli ketiga hari berturut-turut. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga demikian, dengan reli masing-masing 0,83% dan 1,05%.

Kekhawatiran seputar imbal hasil sempat menggelayuti pasar, setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun-yang menjadi acuan pasar-menguat ke 1,57% pada Kamis, sehingga UBS memperkirakan level 1,8% bisa tercapai pada akhir tahun.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dibuka Variatif, Dow Jones Melesat Sendirian di Zona Hijau


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading