Pemegang Saham Setuju MPPA Rights Issue, Dapat Modal Berapa?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 September 2021 10:25
Ritel Sedang Lesu, MPPA Tak Akan Ekspansi Gerai di 2020. (CNBC Indonesia/Syahriza Sidiq) Foto: Ritel Sedang Lesu, MPPA Tak Akan Ekspansi Gerai di 2020. (CNBC Indonesia/Syahriza Sidiq)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang saham emiten ritel Grup Lippo, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), memberi restu terkait rencana perseroan menambah modal dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 1,17 miliar saham atau sekita 15,5% dari total saham yang dicatatkan perseroan.

Berdasarkan risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasar (RUPSLB) perseroan, rapat tersebut menyetujui rights issue MPPA dalam Penawaran Umum Terbatas VI dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Belum ditetapkan harga pelaksanaan rights issue ini, namun bila mengacu pada harga pasar saham MPPA yang diperdagangkan di level Rp 950 sampai dengan Rp 965 per sahan, maka berpotensi meraih dana Rp 1,11 triliun sampai dengan Rp 1,12 triliun dari aksi korporasi tersebut.


Catatan CNBC Indonesia, rencana rights issue ini sebelumnya pernah dikemukakan oleh PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku pemegang saham pengendali MPPA.

PT Multipolar Tbk (MLPL) memastikan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) sedang dalam tahapan perencanaan untuk melangsungkan proses untuk menambah modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue di tahun ini.

Direktur Business Development and Investor Relation MLPL Agus Arismunandar mengungkapkan, rencana penambahan modal itu sejalan dengan rencana penguatan modal MPPA yang saat ini perseroan bertindak sebagai pemegang saham pengendali di perusahaan pengelola Hypermart tersebut.

"Rights issue masih dalam tahap perencanaan, akan dijelaskan dalam prospektus resmi. Saat ini belum ada informasi remsi yang bisa kita sampaikan," kata Agus, dalam paparan publik, Selasa (25/5/2021).

Namun ia mengakui, ke depan MPPA memang akan fokus pada layanan konsumen yang berbasis teknologi.

Terlebih lagi, baru-baru ini, MLPL melepas kepemilikan saham MPPA kepada tiga investor, yakni Panbridge Investment Ltd. yang mengambil porsi 3,33%, PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 4,76.%. Perusahaan ini bergerak berdomisili di Jakarta Selatan dan bergerak di bidang jasa aktivitas profesional, ilmiah dan taknis. PT Pradipa Darpa Bangsa dimiliki oleh PT Aplikasi Karya Anak Bangsa sebesar 99,996% dan PT Dompet Aplikasi Karya Anak Bangsa sebesar 0,004%. Sisanya oleh Threadmore Capital Ltd. yang membeli 3.81% saham MPPA.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Matahari Putra Prima, Danny Kojongian mengungkapkan, MPPA menargetkan perolehan dana dari rights issue akan mencapai Rp 500 miliar sampai dengan Rp 800 miliar.

Matahari akan menggunakan dana rights issue untuk memperkuat neraca keuangan dan modal kerja untuk mendukung strategi memperkuat jaringan atau logistik dan kemampuan analisa big data.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading