Newsletter

Tanpa 'Beking' Tapering, Dolar Jadi Tak Seram Lagi?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 September 2021 06:00
A Balinese man makes a Hindu offering outside a shop which offers currency exchange services in Kuta, on the resort island of Bali, Indonesia  April 30, 2018. REUTERS/Johannes P. Christo

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak finis di jalur hijau.

Kemarin, IHSG ditutup di posisi 6.129,09. Naik 0,67% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Perdagangan berlangsung cukup semarak degan frekuensi transaksi 1,41 juta kali yang melibat 22,51 juta unit saham senilai Rp 14,78 triliun. Investor asing membukukan beli bersih Rp 401,4 miliar.


Kemudian imbal hasil (yield) obligasi pemerintah bergerak turun. Yield surat utang berbanding terbalik dengan harga. Saat yield turun berarti harga Surat Berharga Negara (SBN) sedang naik karena permintaan yang tinggi.

yieldSumber: Refinitiv

Pemerintah menggelar lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) kemarin. Lelang tersebut berhasil menjaring penawaran Rp 80,66 triliun dan pemerintah menyerap Rp 21 triliun di antaranya.

Selain itu, pemerintah juga mengumumkan penerbitan perdana obligasi dalam valuta asing yaitu euro yang akan digunakan untuk pembiayaan proyek pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Obligasi itu berdenominasu euro dengan nilai EUR 500 juta. Tingkat kupon adalah 1,3%, yield 1,351%, tenor 12 tahun.

Gelontoran arus modal di pasar saham dan obligasi tersebut menopang penguatan nilai tukar rupiah. Di perdagangan pasar spot, dolar Amerika Serikat (AS) ditutup Rp 14.245 di mana rupiah terapresiasi 0,04%.

Halaman Selanjutnya --> Cemaskan Pemulihan Ekonomi, Wall Street Terkoreksi

Cemaskan Pemulihan Ekonomi, Wall Street Terkoreksi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading