Dow Futures Naik Tipis Jelang Rilis Inflasi Agustus di AS

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
14 September 2021 18:27
A trader works on the floor of the New York Stock Exchange shortly after the opening bell in New York, U.S., July 23, 2018.  REUTERS/Lucas Jackson Foto: REUTERS/Lucas Jackson

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) tak banyak bergerak pada perdagangan Selasa (14/9/2021), setelah indeks S&P 500 mengakhiri perdagangan Senin di teritori positif.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average tumbuh 20 poin dari nilai wajarnya, sementara kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq cenderung flat. Pasar memantau data inflasi yang akan menjadi acuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) akan dirilis hari ini, di mana ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan inflasi Agustus akan meningkat 0,5% secara bulanan , dan 5,4% secara tahunan.


Sebelumnya, Indeks Harga Produsen (producer prices index/PPI) Agustus melesat 8,3% (tahunan), menjadi yang tercepat sejak 2010. Secara bulanan PPI naik 0,7%, di atas estimasi Dow Jones sebesar 0,6%.

Pada Senin, indeks Dow Jones Industrial Average di Amerika Serikat (AS) menguat 0,76%, sementara S&P 500 naik 0,23%. Sebaliknya, Nasdaq melemah tipis 0,07%. Sepanjang September, indeks S&P 500 melemah 1%.

"Kami masih berpikir bahwa indeks S&P 500 akan mengalami volatilitas atau koreksi signifikan sebelum akhir tahun, sebuah peringatan yang telah kami buat dalam beberapa bulan terkait dengan meningkatnya sentimen dan posisi pasar," tulis RBC dalam laporan riset yang dikutip CNBC International.

Saham Apple menguat tipis jelang pertemuan Selasa, di mana perseroan akan merilis versi iPhone, AirPods dan Apple Watch terbaru. Saham yang terkait dengan pembukaan kembali ekonomi seperti maskapai penerbangan juga berbalik menguat.

Pemicunya adalah kabar positif Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Center for Disease Control and Prevention/CDC) yang melaporkan kasus Covid AS menurun dengan rerata penambahan pekan lalu hanya 144.300, turun dari pekan sebelumnya sebanyak 167.600 kasus.

Di Washington, Partai Demokrat di DPR AS mengusulkan kenaikan pajak untuk membiayai paket stimulus senilai US$ 3,5 triliun. Menurut rencana, pajak penghasilan (Pph) badan dan pribadi akan dinaikkan masing-masing menjadi 26,5% dan 39,6%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading