Bak 'Tarik Tambang' Seharian, Rupiah Akhirnya Menguat Tipis

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
14 September 2021 15:48
Indonesian rupiah banknotes are counted at a money changers in Jakarta, Indonesia April 25, 2018. REUTERS/Willy Kurniawan Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah melawan dolar Amerika Serikat (AS) ibarat bertanding tarik tambang pada hari Selasa (14/9). Sepanjang perdagangan, rupiah bolak balik antara penguatan dan pelemahan sebelum akhirnya menguat tipis.

Melansir data Refinitiv, "tarik tambang" diawali dengan dengan stagnan di Rp 14.250/US$, artinya rupiah dan dolar AS sama kuat di awal sesi. Setelahnya rupiah melemah tipis 0,04% sebelum akhirnya berbalik menguat 0,07%.

Selepas tengah hari, rupiah kembali terpuruk, melemah 0,1% ke Rp 14.265/US$. Tetapi di akhir perdagangan, rupiah sukses membalikkan keadaan, menguat tipis 0,04% ke Rp 14.245/US$.


Rupiah memang sedang bertenaga hari ini setelah pemerintah kemarin kembali melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan diperpanjang hingga 20 September mendatang.

"Seiring dengan kondisi Covid-19 membaik, implementasi protokol kesehatan, dan aplikasi Peduli Lindungi, ada penyesuaian yang dilakukan dalam periode minggu ini. Pembukaan bioskop dengan kapasitas 50% di kota Level 2 dan 3 dengan kewajiban aplikasi Peduli Lindungi serta protokol kesehatan ketat. Hanya kategori hijau yang diizinkan masuk area bioskop.

"Lokasi wisata dibuka dengan protokol kesehatan ketat dan Peduli Lindungi di kota Level 3. Namun ada penerapan ganjil-genap di tempat wisata mulai Jumat sampai Minggu," terang Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Kemaritiman dan Investasi.

Dengan pelonggaran tersebut, roda bisnis tentunya berputar lebih cepat, dan berdampak baik bagi perekonomian Indonesia, begitu juga ke pasar finansial.

Pelaku pasar kini juga menanti data neraca dagang Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan kinerja perdagangan internasional Indonesia periode Agustus 2021 besok.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor tumbuh 36,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Sementara impor diperkirakan tumbuh lebih tinggi yakni 44,29% yoy. Namun neraca perdagangan 'diramal' masih surplus US$ 2,32 miliar.


HALAMAN SELANJUTNYA >>> Dolar AS Tunggu Data Inflasi

Dolar AS Tunggu Data Inflasi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading