J Resources Seret Cicil Utang ke BNI?

Market - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
11 September 2021 15:00
Jresources.com

Jakarta, CNBC Indonesia - PT. J Resources Asia Pasifi Tbk (PSAB) menjelaskan soal kabar kesulitan membayar hutang ke BNI. Penjelasan ini diungkapkan perusahaan dalam surat yang ditujukkan untuk Bursa Efek Indonesia tertanggal 10 September 2021.

Pihak perusahaan menjelaskan pada 12 April 2019, PT J Resources Nusantara dan BNI telah menandatangani Secured Facilities Agreement. Fasilitas pinjaman terdiri dari fasilitas A sebesar US$96.529.388, fasilitas B sebesar US$ 40 juta, dan fasilitas C sebesar US$95.455.500. Untuk fasilitas B jangka waktu pembayaran diperpanjang hingga 12 April 2021.

Selanjutnya, pada 9 Maret 2021, JRN meminta perpanjangan satu tahun untuk pembayaran kembali fasilitas B. Namun akhirnya dilakukan perpanjangan sementara sampai dengan 12 Agustus karena proses internal masih dilakukan BNI.


"Dalam periode perpanjangan sementara tersebut, pada tanggal 21 Juni 2021, Perseroan melakukan pertemuan dengan pihak Bank BNI, hal mana pada pertemuan tersebut pihak Bank BNI mengusulkan serta memberikan arahan agar Fasilitas B dibayar sebagian kecil dan sisanya dilakukan secara cicilan sementara menunggu right issue yang akan dilakukan oleh Perseroan terlaksana, dan Perseroan menyetujui juga menindaklanjuti usulan tersebut bersama dengan tim dari Bank BNI," tulis surat itu dikutip Sabtu (11/9/2021).

Namun tanggal 26 Juli 2021, disebutkan BNI meminta melunasi seluruh fasilitas B pada tanggal 11 Agustus 2021. Di hari yang sama, JRN memberikan tanggapan atas surat perminta BNI itu dan meminta perpanjangan pembayaran hingga 31 Oktober 2021.

Pihak perusahaan menyebutkan suratnya tanggal 26 juli 2021 baru ditanggapi BNI pada 10 Agustus 2021 pukul 19.08 WIB, berisi permintaan pembayaran pada 12 Agustus 2021. JRN kembali menyurati BNI tanggal 16 Agustus 2021 dan kembali meminta pembayaran tanggal 31 Oktober 2021.

"Surat tanggapan dari Bank BNI atas surat kami tertanggal 26 Juli 2021 baru disampaikan kepada kami pada tanggal 10 Agustus 2021 pukul 19.08 WIB, yang isinya pemberitahuan permintaan pembayaran kembali Fasilitas B pada tanggal 12 Agustus 2021, sedangkan tanggal 11 Agustus 2021 merupakan hari libur Nasional. Selanjutnya, JRN memberikan tanggapan atas surat dari Bank BNI tersebut pada tanggal 16 Agustus 2021, dimana JRN memohon kepada Bank BNI kiranya dapat mengabulkan permohonan JRN untuk memberikan persetujuan atas perpanjangan jangka waktu pembayaran kembali Fasilitas B dimaksud
sampai dengan tanggal 31 Oktober 2021," jelas pihak perusahaan.

J Resources menyebutkan tetap melakukan upaya refinancing Fasilita B dna tanggal 27 Agustus 2021 pihak perusahaan serta salah satu pihak yang akan memberikan fasilitas refinancing melakukan pertemuan dengan BNI di kantor Bank BNI. Dalam pertemuan itu pihak JRN akan membayarkan US$5 juta dari fasilitas B sebelum tanggal 31 Agustus 2021.

Sementara pembayaran penuh serta bunganya sebesar US$32.987.043,50 dibayar paling lambat tanggal 30 Septmber 2021. Pada hari yang sama, JRN mengrikmkan surat pada Bank BNI berisi komitmen JRN melaksankan hasil diskusi.

Per tanggal 27 Agustus 2021, JRN juga melakukan pembayaran sebagian sebesar US$5 juta. Namun di tanggal 1 September 2021, BNI menyurati JRN berisi fasilitas A dan B yang telah diutilisasi oleh JRN berdasarkan Secured Fcilities Agreementsebesar US$95/087.351,24 jatuh tempo dan harus dibayar sekaligus. Pihak perusahaan mengungkapkan terkejut sebab berbeda dengan hasil pertemuan.

Pihak perusahaan menyebutkan selalu memenuhi financial covenant yang disyaratkan dalam Secured Facilities Agreemnet dan pembayaran pokok serta bunga atas fasilit A dan bunga fasilitas B. Pihak perusahaan juga mengaku proses refinancing jadi terganggu akibat pemberitaan di media dan membuat calon kreditu menjadi ragu.

"Perseroan telah mendapatkan dukungan refinancing dari beberapa calon kreditur untuk melunasi Fasilitas B kepada Bank BNI, namun karena adanya pemberitaan di media massa menyebabkan proses dari refinancing tersebut menjadi terganggu, dimana calon kreditur menjadi ragu. Akan tetapi Perseroan tetap berupaya untuk memberikan keyakinan kepada calon kreditur tersebut untuk tetap melanjutkan proses refinancing," jelas perusahaan.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading