Lakukan Ekspansi, Begini Potensi Dari Emiten Tambang Emas

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
10 September 2021 18:30
INFOGRAFIS, Deretan Gunung Emas Terbesar di Dunia

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas menjadi salah satu komoditi pertambangan yang tidak pernah redup dengan harga yang konsisten naik. Hal ini pun menarik beberapa perusahaan besar untuk meningkatkan kapasitas produksi emas dari masing-masing tambang yang dimiliki.

Ekspansi peningkatan produksi emas juga dilakukan oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan juga menjadi salah satu upaya diversifikasi bisnis. Dalam riset Yuanta Research, ekspansi ini menjadi kunci penggerak kinerja perusahaan. Saat ini BRMS tengah meningkatkan kapasitas tambang emas dan pengolahan di Citra Palu Mineral menjadi 27,9 juta ton bijih dan produksi 2 kali 4.000 ton per hari.

Sementara Gorontalo Minerals saat ini masih tahap awal dan membutuhkan investasi untuk pengembangan infrastruktur, fasilitas produksi, hingga pengembangan sumber dayanya. Untuk itu, kemajuan dari proses ekspansi ini dinilai penting dalam mendukung kinerja perusahaan.


"Kemajuan dalam pengembangan sumber daya dan fasilitas produksi akan menjadi sangat penting karena perusahaan tidak memiliki setiap aset kontribusi yang signifikan," Yuanta Research dalam risetnya, dikutip Jumat (10/9/2021)

Perusahaan tengah mengamankan biaya untuk aset pertambangannya, BRMS akan menginvestasikan US$119 juta untuk Citra Palu Minerals, US$92,3 juta untuk Gorontalo Minerals dan US$32 juta untuk Dairi Prima Minerals. Dana untuk investasi di CPM telah dijamin dengan menggunakan fasilitas pinjaman sebesar US$48 juta dan US$71 juta dari rights issue, begitu juga dengan tambang di Gorontalo.

Aset yang dimiliki perusahaan pun dinilai atraktif terutama dengan adanya proyeksi peningkatan produksi. Riset tersebut memperkirakan saham perusahaan bisa bergerak di kisaran Rp 105-184/ saham, sesuai dengan pergerakan harga emas.

"Kami memperkirakan mengenai rencana produksi awal Gorontalo Minerals, mereka dapat menambahkan emas yang setara dengan 11% dari ukuran tambang Poboya yang dioperasikan Citra Palu Mineral untuk mendapatkan pendapatan yang amksimal."

Saat ini pergerakan produksi di Citra Palu Minerals dinilai mencerminkan harga saham perusahaan, dan nantinya bisa dikontribusikann pula oleh Goronatalo Minerals dan Dairi Prima Minerals. Hal ini pun membuat saham perusahaan menjadi penilaian aset yang menarik.

Selain BRMS, ada beberapa perusahaan yang juga melakukan diversifikasi usaha melalui tambang emas. Salah satunya, PT United Tractors Tbk (UNTR) merupakan perusahaan yang bisnis utamanya merupakan distributor alat berat yang dikendalikan oleh Grup Astra. Perseroan menjalankan pilar bisnis pertambangan Emas melalui PT Agincourt Resource (PTAR), yang mengoperasikan tambang emas Martabe yang berlokasi di provinsi Sumatra Utara.

Hingga Juni 2020, jumlah sumber daya mineral Tambang Emas Martabe adalah sebesar 7,6 juta ons emas dan 66 juta ons perak dengan jumlah cadangan bijih sebesar 4,3 juta ons emas dan 33 juta ons perak.

Adapula, Tambang Emas Toka Tindung dimiliki oleh PT Archi Indonesia Tbk, melalui dua anak usahanya PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya, berlokasi di Sulawesi Utara. Dengan produksi emas pertama pada tahun 2011, dan memiliki cadangan emas sebesar 122 ton per akhir tahun 2020. Toka Tindung memiliki luas konsesi area sebesar 40 ribu hektar.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading