Laba BRMS Melesat 280%, Jadi US$ 3,63 Juta di Semester I

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
12 August 2021 14:15
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bakal memulai uji coba produksi di tambang emasnya Citra Palu, Palu. (Dok. BUMI)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatatkan lonjakan 280% pada laba bersih semester I-2021 senilai US$ 3,63 juta, dibandingkan periode yang sama 2020 senilai US$ 955.388. kenaikan laba ini dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan perusahaan pada paruh pertama 2021 menjadi US$ 6,12 juta. Angka ini melonjak 140% dari periode yang sama 2020 senilai US$ 2,55 juta.

Perusahaan mencatat hampir 60% dari pendapatan BRMS berasal dari penjualan produk emasnya ke para pembeli, seperti PT Aneka Tambang Tbk dan PT Bhumi Satu Inti). Kemudian sekitar 40% dari pendapatan perusahaan berasal dari jasa penasihat pertambangan terhadap Bellridge Holdings Limited.

"Konstruksi pabrik pengolahan bijih emas kedua kami di Palu masih sesuai jadwal untuk dapat diselesaikan di bulan Mei 2022. Pabrik baru ini akan memiliki kapasitas untuk mengolah sampai dengan 4.000 ton bijih per harinya. Hal ini akan meningkatkan volume produksi emas kami secara signifikan pada semester kedua di tahun depan. Saat ini, kami masih memproduksikan emas dari pabrik pengolahan pertama dengan kapasitas pengolahan sekitar 500 ton bijih per hari sejak awal 2020," kata Direktur Utama dari BRMS Suseno Kramadibrata dalam siaran resminya, Kamis (12/8/2021).


Pada semester I-2021, BRMS membukukan Pendapatan Lain-Lain sekitar US$ 30 juta. Pendapatan lain-Lain tersebut terdiri dari penghapusan utang, penilaian persediaan, dan penerimaan cicilan pelunasan piutang.

Penghapusan Utang merupakan Pendapatan yang dicatat karena adanya penghematan biaya oleh Perusahaan yang terjadi karena dihapuskannya utang kepada salah satu kontraktor terkait dengan pekerjaan pembangunan pabrik pengolahan bijih emas di Poboya, Palu. Sementara Penilaian Persediaan merupakan Pendapatan yang berasal dari tambahan persediaan bijih (ore stock pile) yang ditinggalkan oleh para penambang liar sebelumnya.

Untuk penerimaan cicilan pelunasan piutang mengacu kepada Akta Pengakuan Utang tertanggal 23 Februari 2021 yang menyatakan bahwa anak usaha BRMS menerima cicilan pelunasan secara berkala dari pihak ketiga tertagih sampai tagihan (piutang) terkait lunas selambat-lambatnya di tanggal 31 Desember 2021.

BRMS juga membukukan biaya sekitar US$ 29 juta di laporan laba rugi, yang merupakan pengurangan dari akun Aset Pajak Tangguhan di laporan neraca. Akun Aset Pajak Tangguhan tersebut merupakan kerugian pada anak usaha di masa lampau yang telah di kapitalisasi menjadi aset di laporan neraca.

Kerugian yang telah dikapitalisasi menjadi aset tersebut (dalam bentuk aset pajak tangguhan) harus seluruhnya di amortisasi (dihapuskan) sebagai biaya di laporan rugi laba dalam periode 5 tahun sejak pencatatannya.

Sebelumnya, perusahaan juga mendapatkan persetujuan untuk melakukan aksi korporasi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) di RUPSLB. Sebanyak lebih dari 99% pemegang saham menyetujui dua agenda RUPSLB yang dilakukan Jumat (6/8/2021).

Pertama, menyetujui rencana Penawaran Umum Terbatas II untuk rights issue, serta rencana penerbitan Waran beserta Penerbitan Saham hasil konversi Waran. Kedua, menyetujui perubahan struktur permodalan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas II.

"Seperti yang pernah disampaikan BRMS berencana untuk melaksanakan transaksi Penawaran Umum Terbatas II untuk mendanai pengembangan proyek tambang emasnya di Gorontalo, Sulawesi," kata Direktur and Investor Relation BRMS Herwin Hidayat.

Dana hasil rights issue ini akan digunakan untuk membangun satu pabrik pengolahan bijih emas dengan kapasitas 2.000 ton bijih per hari. Selain itu, dana ini akan digunakan untuk aktifitas pengeboran di beberapa prospek emas dalam usahanya untuk menambah jumlah cadangan bijih emas di lokasi tambang Motomboto, Gorontalo.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading