Saham-saham Properti Kompak Unjuk Gigi, Ada Isu Apa nih?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
09 September 2021 09:55
Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas saham emiten properti menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (9/9/2021), setelah pada perdagangan kemarin ditutup melemah di zona merah.

Berikut penguatan saham properti, pukul 09.17 WIB, mengacu data BE:

  1. Lippo Karawaci (LPKR), saham +4,20%, ke Rp 149/saham


  2. Pakuwon Jati (PWON), +2,64%, ke Rp 466/saham

  3. Bumi Serpong Damai (BSDE), +2,03%, ke Rp 1.005/saham

  4. Summarecon Agung (SMRA), +1,73%, ke Rp 880/saham

  5. Lippo Cikarang (LPCK), +1,68%, ke Rp 910/saham

  6. Ciputra Development (CTRA), +1,58%, ke Rp 965/saham

  7. Agung Podomoro Land (APLN), +1,55%, ke Rp 131/saham

  8. Pollux Properti Indonesia (POLL), +1,05%, ke Rp 2.880/saham

  9. Alam Sutera Realty (ASRI), +0,56%, ke Rp 178/saham

  10. Surya Semesta Internusa (SSIA), +0,41%, ke Rp 486/saham

Menurut data di atas, saham properti Grup Lippo, LPKR, menjadi yang paling menguat, yakni sebesar 4,20% ke Rp 149/saham dengan nilai transaksi Rp 17 miliar. Dalam Sepekan saham ini naik 11,36%, sementara dalam sebulan menguat 5,00%.

Di bawah saham LPKR ada saham PWON yang naik 2,64% ke Rp 466/saham, rebound dari koreksi 3,40% pada perdagangan kemarin. Dalam sepekan saham PWON menguat 3,56%, sedangkan dalam sebulan belakangan terkerek 4,50%.

Ketiga, saham BSDE, yang terapresiasi 2,03% ke Rp 1.005/saham, usai ambles 2,48% kemarin. Dalam sepekan saham ini masih menguat 4,69%, sementara dalam sebulan melesat 12,22%.

Kabar terbaru, BSDE tercatat membukukan perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 680 miliar pada semester pertama tahun ini, berkebalikan dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang merugi Rp 192,68 miliar.

Sampai dengan 30 Juni 2021, emiten properti Grup Sinarmas ini mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 39% menjadi senilai Rp 3,25 triliun dari sebelumnya Rp2,33 triliun.

Di bawah saham BSDE, saham SMRA mencuat 1,73% ke Rp 880/saham, rebound dari penurunan 2,81% pada Rabu kemarin. Dalam seminggu saham ini melesat 5,4%, sedangkan dalam sebulan melejit 18,12%.

Sebelumnya, Presiden Direktur Summarecon Adrianto P Adhi mencatat marketing sales capai 75% hingga semester I-2021 atau 75% dari target 2021.

"Semester pertama Rp 3 triliun dari Rp 4 triliun, sudah 75%. Ke depannya kita optimis, di samping kami terus menggali produk yang sesuai konsumen, bagaimana menggali skema pembayaran, menggali bagaimana grab konsumen kita agar tetap membeli produk di tengah kondisi pandemi semakin membaik," ujarnya dalam Public Expose secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Terdapat sejumlah sentimen positif bagi sektor properti akhir-akhir ini, mulai dari tanda mulai membaiknya kinerja emiten, semakin gencarnya vaksinasi masyarakat, stimulus ekonomi dari pemerintah terhadap sektor properti seperti DP 0% (down payment), bunga pinjaman yang ringan, dan pengembangan bidang infrastruktur yang terus berlanjut.

Dalam riset terbarunya lembaga pemeringkat global Moody's menjelaskan, permintaan untuk properti residensial (tempat tinggal) Indonesia akan meningkat, yang pada gilirannya akan meningkatkan penjualan para pengembang di tahun 2021 dan metrik kredit utama lain--meskipun akan tetap lebih lemah dan berada di bawah level pra-pandemi.

"Laju pertumbuhan pinjaman perumahan telah meningkat sejak awal 2021, didorong oleh pemulihan permintaan untuk properti residensial dan peningkatan pinjaman oleh bank," kata Jacintha Poh, Wakil Presiden dan Senior Credit Officer Moody.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading