TP Rahmat Sukses Bangun Bisnis Logistik Lewat AnterAja

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 September 2021 17:00
TP Rahmat

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyebutkan kontribusi kinerja AnterAja tahun ini bisa meningkat signifikan menjadi 50%-55% terhadap total pendapatan konsolidasi perusahaan. Hingga semester I-2021 saja bisnis ini telah berkontribusi hingga 47% terhadap pendapatan konsolidasi.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto mengatakan saat ini pertumbuhan bisnis jasa kurir ekspres terus mengalami pertumbuhan yang eksponensial, terlebih di tahun ini dibanding 2020 lalu. Sedangkan lini bisnis lainnya seperti penyewaan dan pelelangan mobil saat ini cenderung lesu.

"Tetap akan targetkan pertumbuhan [di tahun ini] jadi masih tumbuh meski pandemi baik rental dan lelang memang lebih moderat, tidak seperti AnterAja yang eksponensial," kata Prodjo dalam public expose live virtual, Selasa (7/9/2021).


"Kontribusi AnterAja terhadap topline makin membesar dan kemungkinan akhir tahun bisa mencapai kisaran 50%-55%," kata Tjoeng Suyanto, direktur perusahaan di kesempatan yang sama.

Lebih lanjut, Prodjo mengungkapkan bahwa di tahun ini perusahaan menargetkan untuk bisa mengembangkan bisnis AnterAja menjadi lebih luas seperti logistik cross border dan memperluas ekosistemnya dengan menggandeng lebih banyak rekanan.

Selain itu, di tahun ini AnterAja akan berinvestasi untuk robotic system dalam sistem penyortiran paket yang dinilai akan lebih mempercepat proses sortir barang. Dengan investasi ini ditargetkan di akhir tahun ini angka pengantaran perusahaan bisa mencapai 1 juta paket per hari.

Selain itu, AnterAja juga akan melakukan ekspansi wilayah dan titik-titik pengantaran baru sejalan dengan permintaan bisnis kurir yang semakin tinggi.

Untuk diketahui, hingga semester I-2021 lalu bisnis AnterAja berkontribusi sebesar Rp 982,3 miliar terhadap pendapatan konsolidasi perusahaan yang sebesar Rp 2,11 triliun.

Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya bisnis ini hanya berkontribusi 19% atau senilai Rp 269,9 miliar dari total pendapatan Rp 1,4 triliun. Sehingga secara tahunan, bisnis ini mengalami pertumbuhan hingga 263,9% terhadap pendapatan Adi Sarana Armada.

Lelang & Sewa Mobil

Direktur Adi Sarana Armada Hindra Tanujaya menyebutkan dua bisnis lainnya yakni pelelangan dan penyewaan mobil di tahun ini juga menargetkan sejumlah pengembangan kendati pertumbuhannya belum setinggi bisnis kurir.

Untuk balai lelang tahun ini dianggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 100 miliar-Rp 200 miliar untuk pembangunan balai lelang baru.

Sedangkan untuk bisnis penyewaan mobil, tahun ini perusahaan menargetkan penambahan armada 5.000-6.000 dengan anggaran Rp 1,2 triliun-Rp 1,5 triliun. Namun hingga saat ini angka capex yang terserap baru sebesar Rp 450 miliar.

Hindra menjelaskan lambatnya penyerapan capex ini karena terkendala supply mobil yang telah dipesan perusahaan sebelumnya.

"Kita agak terhambat karena sekarang ini kendaraan sulit. Kendaraan baru karena supply-nya sulit ada beberapa hal termasuk dua bulan PPKM dan juga secara global problem di chip. Jadi kami sebenarnya sudah placing order 1.000 tapi belum diterima sehingga ini belum direalisasikan capex saat ini," ungkapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading