Lelang Sukuk Negara Laris Manis, yang Nawar Tembus Rp 57 T

Market - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
07 September 2021 16:28
Emisi obligasi syariah (sukuk)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Direktorat Jendral Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan kembali melakukan lelang surat berharga syariah negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (7/9/2021) hari ini.

Surat berharga yang dilelang kali ini meliputi seri SPN-S08032022 (new issuance), PBS031 (reopening), PBS032 (reopening), PBS029 (reopening), PBS004 (reopening), dan PBS028 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Nilai nominal SBSN yang dimenangkan pemerintah dalam lelang hari ini sebesar Rp 10 triliun, atau sama persis dari target indikatif yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 10 triliun.


Dalam proses lelang tersebut, permintaan (demand) investor yang masuk kembali mengalami kenaikan menjadi Rp 56,6 triliun. Adapun demand investor pada lelang sebelumnya yang digelar pada tanggal 10 Agustus lalu mencapai Rp 52,5 triliun.

Hasil Lelang SBSN 7 September 2021Foto: DJPPR Kementerian Keuangan RI
Hasil Lelang SBSN 7 September 2021

SBSN dengan seri PBS029 dan PBS031 kembali menjadi seri yang paling besar incoming bid-nya dibandingkan dengan seri-seri lainnya, dengan proporsi sekitar 49% dari total incoming bids pada lelang hari ini.

Kembali naiknya total incoming bids pada lelang SBSN hari ini terjadi seiring kembali masuknya aliran dana asing (capital inflow) yang terjadi di pasar keuangan Indonesia, termasuk di pasar obligasi, karena investor asing cenderung kecewa dengan hasil data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang dilaporkan sangat rendah pada Agustus tahun ini.

Data penggajian AS pada periode Agustus yang dirilis pada Jumat pekan lalu dilaporkan sangat rendah, di mana slip gaji per Agustus tercatat bertambah 235.000, atau jauh dari ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones yang memprediksi angka 720.000. Angka itu jauh dari capaian Juli yang mencapai 1,05 juta slip gaji.

Bos bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell telah menegaskan bahwa program pengurangan (tapering) pembelian obligasi di pasar sekunder baru akan dimulai setelah data tenaga kerja menguat.

Jika data tenaga kerja kembali rendah, maka dapat dikatakan bahwa perekonomian belum akan pulih secepatnya, dan hal inilah yang juga menjadi alasan investor kembali memburu pasar obligasi pemerintah, meskipun selera risiko investor mulai bertambah, ditandai dengan melesatnya pasar saham dan kripto setidaknya dalam sebulan terakhir.

Di lain sisi, pasar juga kembali memburu obligasi pemerintah karena pelaku pasar cenderung merespons negatif dari kemunculan varian baru dari virus corona (Covid-19), yakni varian 'Mu'.

Varian ini diumumkan pada 31 Agustus lalu oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Kini, virus yang pertama kali ditemukan di Colombia ini telah menyebar ke setidaknya 39 negara.

Varian tersebut bermutasi dengan menunjukkan resistensi terhadap vaksin sehingga mereka yang telah divaksin atau yang berhasil mengalahkan infeksi Covid-19 sebelumnya masih bisa terpapar virus varian baru ini.

Bagaimana perkembangan ke depannya tentunya akan terus diamati oleh pelaku pasar, sebab penyebaran virus corona Delta saja masih berisiko membuat perekonomian global melambat, apalagi jika corona Mu ikut menyebar luas.

Oleh karena itu, atas dasar kembali bertambahnya minat atau incoming bids investor pada lelang hari ini, maka pemerintah memutuskan untuk tetap menerima hasil lelang SBSN hari ini.

Adapun hasil lelang pada hari ini adalah sebagai berikut

Hasil Lelang SBSN 7 September 2021Foto: DJPPR Kementerian Keuangan RI
Hasil Lelang SBSN 7 September 2021


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading