Gainers-Losers Sesi I

Saham OILS-BKSL Jadi Jawara, Duet PPRE-PPRO Jeblok

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
07 September 2021 12:35
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Senin (19/7/2021) (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten pendatang baru yang bergerak di bisnis eksportir minyak kelapa PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) dan emiten properti PT Sentul City Tbk (BKSL) menjadi top gainers pada paruh pertama perdagangan hari ini, Selasa (7/9/2021).

Sementara, saham dua saham emiten anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT PP Presisi Tbk (PPRE) dan PT PP Properti Tbk (PPRO), berbagi tempat di deretan saham 'pecundang'.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis pada siang ini. IHSG melemah 0,06% ke posisi 6.123,448 pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (7/9).


Menurut data BEI, ada 250 saham naik, 232 saham merosot dan 151 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,66 triliun dan volume perdagangan mencapai 13,47 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke bursa RI dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 178,94 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 26,61 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (7/9).

Top Gainers

  1. Indo Oil Perkasa (OILS), saham +25,00%, ke Rp 420, transaksi Rp 81,4 M

  2. Sentul City (BKSL), +16,36%, ke Rp 64, transaksi Rp 54,7 M

  3. Agro Yasa Lestari (AYLS), +11,54%, ke Rp 145, transaksi Rp 32,8 M

  4. Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS), +10,71%, ke Rp 93, transaksi Rp 36,4 M

  5. Sunindo Adipersada (TOYS), +6,12%, ke Rp 208, transaksi Rp 39,6 M

Top Losers

  1. Triniti Dinamik (TRUE), saham -6,83%, ke Rp 300, transaksi Rp 130,0 M

  2. Victoria Investama (VICO), -5,49%, ke Rp 155, transaksi Rp 13,1 M

  3. Surya Esa Perkasa (ESSA), -4,02%, ke Rp 334, transaksi Rp 23,9 M

  4. PP Presisi (PPRE), -3,64%, ke Rp 212, transaksi Rp 17,4 M

  5. PP Properti (PPRO), -2,63%, ke Rp 74, transaksi Rp 13,0 M

Saham emiten yang baru melakukan debut pada Senin (6/9) kemarin, OILS, memuncaki daftar top gainers dengan melonjak 25,00% Rp 420/saham. Lonjakan tinggi memang lazim terjadi kepada saham yang baru 'manggung'. Nilai transaksi saham OILS tercatat tinggi, yakni Rp 81,4 miliar dengan volume perdagangan 204,33 juta saham.

Sementara kemarin, saham OILS menempati urutan kedua top gainers setelah melejit 24,44%.

Dalam penawaran umum (initial public offering/IPO) ini, OILS menawarkan sebanyak 150 juta saham baru atau setara 33% dari modal disetor dengan harga pelaksanaan Rp 270 per saham, sehingga, dari IPO ini, perseroan meraih dana sebesar Rp 40,50 miliar.

Saat debut perdana melantai di bursa, saham OILS terpantau menguat 15,56% ke level Rp 312 per saham.

Rencananya, dana yang diperoleh perseroan dari hasil IPO tersebut akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja pembelian bahan baku produksi.

Bersama saham OILS, saham BKSL mencuat 16,36% ke Rp 64/saham, melanjutkan kenaikan 1,85% pada Senin kemarin. Dalam sepekan, saham BKSL melesat 20,75%.

Kabar terbaru, BKSL berhasil membalikkan kinerja dari sebelumnya rugi Rp 234,49 miliar menjadi laba Rp 294,46 miliar pada semester pertama tahun ini.

Mengacu laporan keuangan yang dipublikasikan, pendapatan BKSL naik 1.420 persen menjadi Rp 2,42 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 159,30 miliar.

Di kutub berbeda, saham PPRE merosot 3,64% ke Rp 212/saham. Para investor tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah saham PPRE melesat dalam 2 hari terakhir.

Kendati turun hingga siang ini, dalam seminggu saham PPRE melonjak 17,78%, sementara dalam sebulan naik 8,72%.

Setali tiga uang, saham PPRO juga terkikis 2,63% ke Rp 74/saham, usai terapresiasi 7,04% pada perdagangan kemarin. Dengan ini, dalam seminggu saham PPRO melesat 10,45%, sementara dalam sebulan terkerek 4,23%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jleb! Saham Sentul-Adaro Nyungsep, Grup Lippo Terdepan


(adf/adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading