Bank Nobu Rights Issue 500 Juta saham, Ada Investor Baru!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
07 September 2021 11:32
Bank Nobu/Doc.Bank Nobu

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten perbankan milik Mochtar Riady yang tergabung dalam Grup Lippo, PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU), akan segera melaksanakan penerbitan saham baru yang dilakukan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Berdasarkan pengumuman di Bursa Efek Indonesia (BEI), NOBU berencana untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 500 juta saham baru perseroan dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau setara dengan 10,13% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penambahan Modal HMETD (PMHMETD).

Keputusan terkait right issue ini sejatinya akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang semula dijadwalkan terlaksana pada 3 September lalu.


Akan tetapi sehubungan dengan adanya permintaan perubahan dan tambahan informasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertemuan ini ditunda oleh pihak manajemen dengan tanggal selanjutnya masih belum diumumkan.

Perusahaan belum menyampaikan harga pelaksanaan right issue ini. Mengacu data BEI, saham NOBU tercatat naik 6,61% ke level Rp 1.290 per saham setelah sebelumnya sempat menyentuh harga Rp 1.460.

Dengan asumsi harga saat ini, potensi dana bisa diraih sebesar Rp 645 miliar.

PT Kharisma Buana Nusantara selaku pemegang saham utama menyatakan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya.

Akan tetapi disebutkan bahwa terdapat pembeli siaga yang siap menampung jika ada sisa saham baru yang tidak diambil oleh pemegang HMETD.

PT Grahaputra Mandirikharisma (GPMK) yang bertindak sebagai pembeli siaga akan melaksanakan kewajiban penyetorannya melalui penyetoran dalam bentuk lain selain uang (inbreng) dan penyetoran tunai.

Inbreng yang dimaksud berupa Seluruh Gedung A Universitas Pelita Harapan yang berlokasi di Lippo Karawaci, Tangerang senilai Rp 132 miliar dan Gedung Gajah Mada Tower Lantai G, 1 dan 2 yang berlokasi di Jakarta Pusat dengan nilai sebesar Rp 61 miliar. Sehingga total inbreng mencapai Rp 193 miliar.

Sedangkan untuk penyetoran tunai yang dilakukan GPMK adalah sebanyak-banyaknya Rp 5,1 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari pelaksanaan PMHMETD ini, setelah pengeluaran-pengeluaran lainnya, akan digunakan untuk akuisisi aset milik GMPK. Pihak manajemen mengatakan bahwa Informasi final dan rinci sehubungan dengan penggunaan dana akan diungkapkan dalam prospektus yang akan diterbitkan selanjutnya.

Prospektus tersebut menjelaskan siapa di balik GPMK. Perusahaan ini didirikan berdasarkan Akta Pendirian Grahaputra Mandirikharisma Nomor 185 tanggal 9 November 1992. Perusahaan telah menekuni bisnis jasa persewaan selama lebih dari 25 tahun.

Pada awal pendiriannya, kebutuhan akan sarana prasarana fasilitas pendidikan berkualitas di Indonesia yang tinggi mendorong GPMK untuk terjun berkontribusi memenuhi kebutuhan tersebut.

Sejak 1993 dipercaya dalam membangun berbagai proyek yang tersebar diseluruh Indonesia, termasuk proyek Grup Lippo, bangunan dan fasilitas Sekolah Lentera Harapan dan Apartemen Lippo Village.

Saat ini Presdir GPMK yakni Hannah Achmadi, mantan Project Development & Assets Management Director Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, sebagaimana tertulis dari situs profil LinkedIn.

Saham perusahaan dipegang PT Puspa Melati Graha 99,99% dan PT Trijaya Anugerah Pratama 0,003%, nama yang terakhir mirip dengam PT Inti Anugerah Pratama, induk perusahaan Grup Lippo.

Manajemen NOBU berharap dengan dilakukannya rencana transaksi ini perseroan dapat melakukan pengembangan usaha secara lebih terintegrasi dan meningkatkan kualitas koordinasi antar unit-unit kerja.

Dengan demikian, NOBU dapat menyediakan produk dan layanan yang semakin berkualitas, terutama produk dan layanan berbasis digital, baik bagi segmen ritel maupun bagi segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan korporasi.

Baru-baru ini di pasar rumor mengemuka bahwa Bank NOBU diisukan kedatangan investor baru, yakni perusahaan konglomerasi asal China, Ping An, tetapi belum ada pernyataan resmi baik itu secara langsung atau tertulis yang dikeluarkan perusahaan di keterbukaan informasi.

Pada perdagangan sesi I Selasa (7/9) pukul 10.52 WIB di pasar modal, saham NOBU tercatat naik 6,61% ke level Rp 1.290 per saham setelah sebelumnya sempat menyentuh harga Rp 1.460 pada awal pembukaan perdagangan.

Dalam sepekan saham ini naik 0,39%, selama sebulan terakhir melemah 4,09% dan sejak awal tahun tumbuh 56,35%. Kapitalisasi pasar NOBU tercatat sebesar Rp 5,72 triliun.

Per Juni, saham NOBU dipegang Kharisma Buana 22,53%, PT Prima Cakrawala Sentosa 19,58%, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) 16,40%, OCBC Securities Pte Ltd 12,15%, Nomura Securities 10%, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) 7,60%, dan publik 11,74%. 


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading