Himbara Salurkan FLPP Rp 9,7 T Hingga Agustus 2021

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
03 September 2021 18:32
Suasana Perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) di Cibarengkok  Pengasinan, Kec. Gn. Sindur, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/2/2020). PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) Tbk pada tahun 2020 meningkatkan layanan transaksi digital untuk menggaet calon debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berkomitmen untuk mendukung berbagai program yang digulirkan pemerintah dalam upaya membantu masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat.

Sampai dengan Agustus 2021, Himbara telah menyalurkan FLPP sebesar Rp 9,7 T untuk 89.161 unit rumah. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat penyaluran hingga Agustus mencapai Rp 7,37 triliun untuk 67.438 unit. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat penyaluran FLPP mencapai 7.235 unit rumah senilai Rp 807,18 miliar.

Kemudian, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyalurkan FLPP untuk 1.598 unit rumah senilai Rp 170,89 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyalurkan untuk 12.890 unit rumah, senilai Rp 1,42 triliun. Sementara itu, sepanjang 2020 Himbara telah menyalurkan Rp 38,8 triliun unituk 586.262 unit rumah.


BBTN menjadi salah satu yang paling besar menyalurkan FLPP sesuai dengan penugasan yang telah diamanatkan pemerintah. Sebelumnya, Direktur Utama BBTN Haru Koesmahargyo mengungkapkan akan ada banyak proyek di urban area yang nantinya memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan akses perumahan termasuk milenial.

"Kita akan sediakan rumah yang di urban area dan kota besar yang punya akses terhadap transportasi umum. Ini akan diluncurkan tahun depan, dengan memudahkan akses bagi milenial yang bekerja di perkotaan," katanya.

BTN akan terus bekerja sama dengan banyak pihak untuk menyediakan suplai tersebut. BTN juga siap mendongkrak kredit konstruksi.

"Rumah harus affordable dan strategis. Nantinya juga akan diberikan subsidi bunga murah dan jangka panjang sehingga akan ada pertemuan antara supply dan demand," imbuh Haru.

Selain itu, hingga akhir Juni Himbara juga mencatat pertumbuhan dari sisi aset, penyaluran kredit, dan dana pihak ketiga (DPK). Penyaluran kredit pada semester I-2021 tercatat mencapai Rp 2.552 triliun, tumbuh 5,4% dibandingkan periode yang sama 2020 senilai Rp 2.421 triliun.

Aset Himbara juga tumbuh menjadi Rp 3.904 triliun, tumbuh 7,7% dibandingkan Juni 2020 senilai Rp 3.625 triliun. Sementara itu, DPK juga masih tumbuh 8,7% menjadi Rp 2.948 triliun, dibandingkan Juni 2020 senilai Rp 2.711 triliun. Pemerintah telah menganggarkan stimulis pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam jumlah yang besar, dan menjadi salah satu pendorong perekonomian dan membantu Himbara melewati masa sulit.

Sementara untuk restrukturisasi kredit di masa pandemi yang dilakukan oleh Himbara mencapai Rp 403,99 triliun pada Juli 2021, untuk 3,3 juta debitur. Berdasarkan catatan Himbara, 64,53% dari jumlah tersebut adalah UMKM dan sisanya di segmen whole sales.

Adapun restrukturisasi UMKM senilai Rp 186,58 triliun untuk 2,8 juta debitur. Sebagian besar restrukturisasi juga diberikan untuk fasilitas kredit KUR dan Mikro, masing-masing Rp 34,12 triliun dan Rp 63,07 triliun.

Sementara untuk segmen non UMKM nilai restrukturisasi mencapa Rp 217,42 triliun, untuk 494,5 ribu debitur. Restrukturisasi pada kredit konsumer mencapai Rp 74,14 triliun, dan untuk wholesales mencapai Rp 142,27 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading