Penyesuaian Tarif ATM Link, Ekonom: Pilihan Ada Pada Nasabah

Market - Rahajeng Kusumo Hastuti, CNBC Indonesia
01 June 2021 20:55
Ilustrasi ATM Link Aja. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Rencana penerapan tarif penggunaan ATM Link berbayar resmi ditunda. Penundaan dilakukan karena Bank Himbara bisa lebih banyak memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan juga nasabahnya terkait implementasi penyesuaian biaya.

Terkait pemberlakuan tarif ATM Link, Ekonom Paul Sutaryono mengatakan penyesuaian tarif yang dilakukan adalah hal yang wajar. Sebab, sebelum adanya ATM Link juga ada penerapan tarif sehingga itu semua kembali seperti sebelumnya ketika ATM tersebut berdiri masing-masing (stand alone).

"Hal itu untuk menambah pendapatan bank yang saat ini sedang mengalami pertumbuhan kredit negatif (kontraksi). Jangan lupa bahwa pengadaan mesin ATM itu membutuhkan biaya besar. Biaya itu disebut sebagai biaya investasi," kata Paul dikutip daru detikcom, Selasa (01/06/2021).


Dia menyarankan penetapan tarif tersebut hendaknya ditunda terlebih dahulu agar implementasinya dapat tersosialisasikan dengan baik. Selain itu, dia juga mengatakan tarif yang dibebani janganlah terlalu tinggi, karena daya beli masyarakat tengah anjlok karena pandemi.

"Supaya hemat, nasabah dapat melakukan transaksi via ATM di bank penerbit ATM. Artinya, jika memiliki kartu ATM BNI ya bertransaksi di mesin-mesin ATM BNI," tuturnya.

Secara terpisah, Ekonom Ryan Kiryanto mengatakan penyesuaian tarif ATM Link merupakan kebijakan bank-bank Himbara yang tergabung di dalam ATM bersama bernama Link. Menurutnya hal itu harus dihormati oleh setiap nasabah, sebab tentunya bank-bank Himbara telah mempertimbangkan segala aspek yang ada.

"Kebijakan ini harus kita hormati karena tentunya dengan pertimbangan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabahnya sebagaimana disampaikan secara terbuka oleh pejabat bank-bank tersebut," ungkap Ryan.

"Sebaliknya, nasabah juga harus bisa memahami kebijakan bank-bank tersebut," kata dia.

Dia mengatakan pengadaan ATM-ATM tersebut merupakan investasi bagi bank sehingga diharapkan dapat memberikan timbal balik bagi investasi yang dilakukan. Untuk itu, pilihan untuk menggunakan ATM Link kembali lagi kepada pilihan masing-masing nasabah.

"Mau tetap pakai ATM Link atau ATM non-Link yang mungkin saja tarifnya sama atau bahkan lebih tinggi, silakan saja. Pilihan ada pada nasabah atau konsumen bank," ujar Ryan.

Dia menyarankan apabila nasabah bank Himbara keberatan dengan tarif yang dikenakan, mereka dapat menggunakan kanal-kanal perbankan elektronik seperti internet banking, mobile banking, atau phone banking. Cara lain yang paling sederhana adalah dengan memakai ATM yang dimiliki oleh bank Penerbit ATM tersebut agar terhindar dari tarif yang diberlakukan.

"Jangan pakai ATM bank lain karena pasti ada charge-nya. Sekali lagi, pilihan ada pada selera dan literasi keuangan setiap nasabah. Jadi soal tarif ATM Link ini tidak perlu dipolemikkan," imbuhnya.

Ryan juga mengutarakan rekening tabungan dengan fasilitas ATM saat ini diprioritaskan oleh para nasabahnya untuk bertransaksi. Jadi, para nasabah yang sensitif atau berkeberatan dengan pengenaan tarif setiap bertransaksi di ATM Link atau ATM bersama lainnya, sebaiknya beralih ke fasilitas kanal elektronik lainnya seperti i-banking, m-banking, atau digital banking.

"Apalagi tren ke depan adalah perbankan digital. Dengan kanal elektronik atau digital ini juga sesuai dengan program ramah lingkungan sesuai spirit Paris Agreement, di mana setiap pelaku ekonomi dan industri jasa keuangan harus mendukung program ramah lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik (ESG) terkait masalah climate change," katanya.

"Sekali lagi, pilihan ada pada nasabah selaku konsumen bank, bukan pada bank penyedia jasa perbankan," lanjutnya.

Sebelumnya, Himbara sepakat untuk menjadwalkan kembali implementasi penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai yang dilakukan di mesin-mesin ATM Merah Putih atau ATM dengan tampilan ATM Link. Dengan demikian, penyesuaian tarif yang pada awalnya akan diimplementasikan pada 1 Juni 2021 menjadi ditunda.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading