Simak 8 Kabar Penting dari Pasar, untuk Panduan Cuan Hari Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
30 August 2021 09:00
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham domestik berakhir di zona merah pada perdagangan akhir pekan lalu kendati pelaku pasar asing melakukan pembelian bersih cukup massif.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,28% ke level 6.041,36 poin dengan nilai transaksi Rp 10,09 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,22 juta kali. Pelaku pasar asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 467,40 miliar.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai transaksi di hari perdagangan bursa tahun ini:


1. Bambang Brodjonegoro Jadi Komisaris Independen Indofood

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan memperoleh persetujuan atas seluruh agenda rapat.

Rapat tersebut merombak jajaran pengurus perseroan salah satunya masuknya dua nama baru. Bambang Brodjonegoro ditetapkan sebagai komisaris dan Hans Kartikahadi sebagai direktur.

Bambang merupakan mantan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, Bambang diangkat menjadi komisaris di empat perusahaan, yaitu di PT TBS Energi Utama Tbk., PT Astra International Tbk., PT Telkom Indonesia Tbk., dan PT Bukalapak.com Tbk.

Pada rapat tersebut INDF juga menyepakati pembagian dividen senilai Rp 2,44 triliun untuk tahun buku 2020.

2. Update Terbaru Terkait Restrukturisasi 2 Obligasi MDLN

Pengadilan Tinggi Singapura akan segera melakukan sidang atas pengesahan skema restrukturisasi dua obligasi PT Modernland Realty Tbk (MDLN) pada 30 Agustus 2021. Tanggal tersebut merupakan sehari sebelum batas waktu moratorium yang diberikan oleh Pengadilan Tinggi Singapura pada 12 Juli 2021 yang lalu. Sedianya sidang ini dijadwalkan pada 3 Agustus 2021 yang lalu.

Penundaan ini dilakukan atas permintaan Komite Ad Hoc sebagai pemegang kuasa dari pemegang surat utang (noteholders) yang meminta Pengadilan Tinggi Singapura dan Modernland untuk memastikan rencana restrukturisasi dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan.

Debtwire melaporkan seperti dikutip Sabtu (28/8/2021), salah satu pemegang efek utang dan anggota Komite Adhoc, BlackRock, perusahaan investasi yang berbasis di Amerika Serikat dikabarkan menyoroti restrukturisasi yang diusulkan. Jika tidak mendapat kepastian bahwa rencana tersebut akan dilanjutkan maka dukungan bisa disetop.

3. Aset Mewah Lippo Disita Satgas BLBI, Nilainya Rp 5 Triliun!

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Politik Hukum dan HAM (Polhukam) Mahfud MD serta Satgas BLBI, hari ini melakukan penyitaan aset milik obligator dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang diberikan pemerintah pada saat krisis keuangan tahun 1997-1998 silam.

Salah satu aset yang disita ada di Karawaci yang terdiri dari 44 bidang tanah seluas 251.992 m2 atau sekitar 25 hektar (ha). Aset tersebut milik obligator atau debitur BLBI yang diketahui adalah Lippo Karawaci.

Sri Mulyani mengatakan, sitaan aset Lippo Karawaci ini sendiri bernilai tinggi atau sekitar Rp 5 triliun. Sebab, harga tanah permeternya di Perumahan Lippo Karawaci tersebut sekitar Rp 20 juta per meter.

"Aset-aset properti yang di Lippo Karawaci luasnya 25 ha. Menurut pak Bupati tadi 1 m2 nya harganya sampai Rp 20 juta. Jadi 25 ha ini nilainya triliunan," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (27/8/2021).

4. Bank Milik Dato' Sri Tahir 'Suntik' Kredit Rp 5 T ke 28 BPR

Emiten bank milik taipan Dato' Sri Tahir, PT Bank Mayapada Tbk (MAYA), menyalurkan kredit senilai Rp 5 triliun kepada 28 BPR (Bank Perkreditan Rakyat) di berbagai provinsi di Indonesia.

Wakil Direktur Utama Bank Mayapada, Thomas Arifin mengungkapkan, penyaluran kredit ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Mayapda mengalokasikan dana sebesar Rp 5 triliun ke 28 BPR yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia melalui Linkage Program, yakni, penyaluran kredit Bank kepada sektor UMKM melalui BPR atau multifinance yang ditawarkan dalam bentuk tiga produk, yaitu executing, channelling, dan joint finance.

Ada Kabar dari Jasa Marga Hingga Blibli Mau IPO
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading