Analisis Teknikal

Kiblat Bursa Saham Cetak Rekor, IHSG Siap Mengekor!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
26 August 2021 08:08
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses menguat 0,4% ke 6113,34 Rabu kemarin (25/8), setelah sempat menguat 0,7%.

Bursa kebanggaan Tanah Air ini bahkan tidak mencicipi zona merah, dan investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 539 miliar di pasar reguler.

Peluang berlanjutnya penguatan IHSG cukup besar pada perdagangan Kamis (26/8/2021), melihat bursa saham Amerika Serikat (AS) yang kembali menguat pada perdagangan Rabu waktu setempat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. S&P naik 0,22% di level 4.496, sementara Nasdaq naik 0,15% di level 15.041.


Pergerakan kiblat bursa saham dunia tersebut tentunya mengirim sentimen positif ke Asia pada hari ini. 

Sementara itu dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan perbaikan perekonomian Indonesia terlihat dari setoran pajak. Di berbagai sektor usaha utama, setoran pajak sudah tumbuh positif.

Sektor dengan pertumbuhan setoran pajak tertinggi, lanjut Sri Mulyani, adalah informasi dan komunikasi. Pada Januari-Juli 2021, penerimaan pajak dari sektor ini melonjak 19,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

"Sektor informasi dan komunikasi merupakan pemenang dalam Covid ini. Tahun lalu kontraksinya sangat kecil, tetapi kemudian rebound-nya hampir mendekati 20%. Kita lihat kuartal I sektor ini tumbuhnya sudah cukup tinggi yaitu 9,5%. Pada bulan Juli sendiri mencapai 44,7%," jelas Bendahara Negara dalam jumpa pers APBN Kita edisi Agustus 2021, Rabu (25/8/2021).

Akan tetapi, demikian Sri Mulyani, kebijakan PPKM yang berlaku mulai awal Juli sampai hari ini tentu akan membawa dampak. Pembatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat bakal mempengaruhi performa dunia usaha di berbagai sektor.

Secara teknikal, potensi penguatan IHSG masih terbuka melihat IHSG makin mantap di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50). Sehingga, IHSG kini bergerak di atas 3 MA yakni MA 50, 100, dan 200, yang memberikan potensi penguatan lebih lanjut.

Selain itu, IHSG juga membentuk pola White Marubozu. Suatu candle stick dikatakan membentuk pola White Marubozu ketika harga open sama dengan low dan close sama dengan high.

jkseGrafik: IHSG Harian 
Foto: Refinitiv

White Marubozu merupakan sinyal nilai suatu aset akan kembali menguat, secara psikologis menunjukkan aksi beli mendominasi pasar.

Resisten terdekat berada di kisaran 6.115, jika ditembus IHSG berpeluang menguat ke 6.150, sebelum menuju 6.180.

Sementara support berada di kisaran 6.070 hingga 6.060 yang merupakan MA 50. Jika kali ini ditembus dengan konsisten, IHSG berisiko merosot ke level psikologis 6.000.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Usai Diterpa Profit Taking, IHSG Siap Ngetes 6.100 Lagi


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading