Rekor ARA Sebulan UVCR Pecah, Kena UMA, Saham Ambruk ARB!

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
25 August 2021 14:13
IPO PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) 27 Juli 2021, dok BEI

Jakarta, CNBC Indonesia- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyalakan 'radar' pengawasan terhadap emiten yang melantai di sektor teknologi dan penjualan voucher serta kupon belanja, PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR).

'Radar' pengawasan BEI dinyalakan setelah telah terjadi peningkatan harga saham tersebut yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

Apresiasi saham UVCR sejak melantai memang sangatlah fantastis. Tercatat hingga perdagangan Selasa (24/8), UVCR kembali melesat ke level tertinggi yang diizinkan oleh regulator (auto reject atas/ARA, 10% untuk papan akselerasi) dengan kenaikan 9% ke level harga Rp 580/unit.


Kenaikan saham hingga level ARA sudah terjadi sejak perseroan melantai di harga Rp 100/unit, sehingga UVCR sudah terapresiasi 480% sejak penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) 27 Juli atau kenaikan ke level ARA selama 19 hari bursa beruntun, atau hampir sebulan penuh.

Akan tetapi pascapenetapan UMA oleh regulator, saham UVCR terpantau ambruk, sempat dibuka di level ARA, terpantau hingga penutupan perdagangan sesi pertama saham UVCR ditutup di level ARB (auto reject bawah), ambruk 9,48% ke level harga Rp 525/unit.

Nilai transaksi tergolong lumayan di angka Rp 15,7 miliar sementara antrian di level ARB cukup menumpuk yakni sebanyak 646 ribu lot atau senilai Rp 34 miliar.

Sebelumnya, manajemen emiten yang bergerak di bisnis voucher belanja UVCR, mengumumkan bahwa pemilik Bali United (PT Bali Bintang Sejahtera Tbk/BOLA), Pieter Tanuri, sudah masuk menjadi pemegang saham perusahaan kendati di bawah 5% yang menyebabkan harganya terus melesat kencang.

Direktur Utama Trimegah Karya Hady Kuswanto mengatakan berdasarkan daftar pemegang saham (DPS) per 10 Agustus lalu, tercatat Pieter Tanuri memiliki 35 juta saham atau 1,75% saham, dari total saham yang dikeluarkan perusahaan.

"Saham perseroan sudah dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sehingga masyarakat dapat berpartisipasi membeli dan menjual saham perseroan di pasar sekunder termasuk bapak Pieter Tanuri," katanya, dalam surat jawaban kepada BEI, dikutip Rabu (18/8).

"Berdasar DPS perseroan per tanggal 10 Agustus 2021 tercatat bapak Pieter Tanuri memiliki 35.000.000 saham atau 1,75%, di bawah 5%, dari total saham yang dikeluarkan perseroan," katanya.

Sebelumnya BEI sudah mempertanyakan soal masuknya eks pemilik pabrik ban PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) itu di saham UVCR.

Dalam surat jawaban tersebut, Hady mengungkapkan pemberitaan media yang memuat masuknya Pieter Tanuri sebagai pemegang saham UVCR kemungkinan berasal dari tulisan yang ada di situs jejaring sosial Linked-in milik Hady Kuswanto sendiri yang menjabat sebagai CEO UVCR.

"Tidak ada informasi/ kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan serta dapat mempengaruhi harga saham perusahaan," katanya.

Saham UVCR tercatat perdana di BEI, Selasa (27/7/2021) dan menjadi emiten ke-27 di tahun ini yang dicatatkan di papan akselerasi.

UVCR melepas sebanyak 500 juta saham atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran umum Rp 100 per saham.

Melalui penawaran umum saham perdana (IPO) ini UVCR berhasil meraih pendanaan sebesar Rp 50 miliar.

Menurut BEI, pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Namun sehubungan dengan terjadinya UMA, maka Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan transaksi saham-saham tersebut.

Karenanya, otoritas bursa menyarankan para investor untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa dan mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Selain itu, para pelaku pasar juga perlu mengkaji kembali rencanacorporate actionemiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Resmi Listing di Bursa, Saham Trimegah Karya Naik 10%


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading