Tok! Pemprov DKI Dapat 'Cuan' Dividen Perusahaan Bir Rp 53 M

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 August 2021 13:07
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbincang secara virtual dengan Walikota London, Sadiq Khan. (Tangkapan Layar Instagram @aniesbaswedan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Delta Djakarta Tbk (DLTA), produsen minuman keras Anker Bir, diketahui menyetujui rencana pembagian dividen tunai senilai Rp 200,16 miliar untuk tahun buku 2020.

Pembagian dividen tunai tersebut setara dengan Rp 250 per saham.

Dalam keterangan usai RUPST pada Selasa kemarin (24/8), pemegang saham menyetujui penggunaan sebesar Rp 200,16 miliar untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020 sebagai dividen tunai untuk dibagikan kepada pemegang saham setara dengan Rp 250 per saham.


RUPST ini sedianya digelar pada Kamis 15 Juli lalu diundur menjadi Selasa 24 Agustus lantaran ada PPKM Level 4.

Berdasarkan data laporan keuangan, tahun 2020, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 124,04 miliar, atau anjlok 60,9% dari tahun sebelumnya Rp 317,89 miliar. Koreksi ini sejalan dengan penjualan bersih sebesar Rp 546,34 miliar, juga turun 33,94% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 827,14 miliar.

Sementara itu, per Maret 2021, Pemprov DKI Jakarta masih memegang 26,25% saham atau 210.200.700 saham DLTA. Dengan demikian, besaran dividen yang diterima oleh pemprov pimpinan Anies Baswedan ini mencapai Rp 52,55 miliar.

Adapun San Miguel Malaysia akan menerima dividen Rp 117 miliar dari porsi kepemilikan 58,33% atau 467,07 juta saham.

Lapkeu DLTA Maret 2021Foto: Lapkeu DLTA Maret 2021
Lapkeu DLTA Maret 2021

Di sisi lain,   hasil RUPST juga mengubah susunan komisaris dengan mengangkat Roy Tumpak Pakpahan sebagai komisaris utama perseroan menggantikan Sarman Simanjorang. CNBC Indonesia juga sudah menghubungi Sarman untuk meminta keterangan lebih detail soal informasi ini.

Dengan demikian, susunan dewan komisaris antara lain:

-Komisaris Utama: Roy Tumpak Pakpahan

-Komisaris: Carlos Antonio M.Berba Fumiaki Ozawa

-Komisaris Independen: Reynato S.Puno.

Dok. Sarman SimanjorangFoto: Dok. Sarman Simanjorang
Dok. Sarman Simanjorang

Laporan keuangan mencatat, perusahaan dan pabriknya berlokasi di Jalan Inspeksi Tarum Barat, Bekasi Timur - Jawa Barat.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan DLTA yaitu terutama untuk memproduksi dan menjual bir pilsener dan bir hitam dengan merek "Anker", "Anker Stout", "Anker Lychee", "Carlsberg", "San Miguel", "San Mig Light", "San Miguel Cerveza Negra", "Kuda Putih" dan "Batavia"

DLTA merupakan salah satu anggota dari San Miguel Corporation (SMC), Filipina. Induk utama perusahaan adalah Top Frontier Investment Holdings, Inc, berada di Filipina.

Terkait dengan pandemi, manajemen DLTA menyatakan terdapat ketidakpastian yang cukup tinggi terkait luas dampak pandemi terhadap operasi dan kinerja keuangan Grup, meskipun gangguan ini diperkirakan hanya bersifat sementara.

"Luas dampak tersebut bergantung pada beberapa perkembangan tertentu di masa depan yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah untuk memberantas ancaman Covid-19, serta dampak faktor-faktor tersebut terhadap pegawai, pelanggan dan pemasok Grup," tulis manajemen DLTA dalam laporan keuangan.

Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki Grup, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya.

Data BEI mencatat, pada perdagangan sesi I, Rabu ini (25/8), saham DLTA naik 1,04% di Rp 3.900/saham. Sepekan saham ini naik 2,6% dan sebulan juga naik 4%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading