Dolar Singapura Naik ke Level Tertinggi 3 Pekan, Kenapa nih?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 August 2021 11:46
Ilustrasi Penukaran Uang (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tular dolar Singapura menguat lagi melawan rupiah pada perdagangan Rabu (25/8/2021), hingga mendekati level tertinggi dalam 3 pekan terakhir. Pelaku pasar masih berhati-hati jelang pertemuan Jackson Hole di Amerika Serikat (AS) Jumat nanti.

Pada pukul 10:32 WIB, SG$ 1 setara Rp 10.633,07, dolar Singapura menguat 0,1% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 6 Agustus lalu.

Meski demikian, di awal perdagangan tadi Mata Uang Negeri Merlion ini sempat melemah 0,2%. Pergerakan tersebut mengindikasikan sentimen terhadap rupiah masih bagus, tetapi pelaku pasar lebih berhati-hati menunggu pertemuan Jackson Hole.


Pertemuan ini akan dihadiri pimpinan bank sentral, menteri keuangan, akademisi hingga praktisi pasar finansial dari berbagai negara.

Pelaku pasar menunggu pertemuan tersebut, sebab ketua bank sentral AS (The Fed), Jerome Powell, diperkirakan akan memberikan detail kapan dan bagaimana tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) akan dilakukan.

"Kami pikir investor akan menunggu untuk mendengar tapering dari Jerome Powell pada hari Jumat, sebelum kembali masuk ke aset-aset berisiko lagi, dan menjual dolar AS," tulis ahli strategi dari ING dalam catatan kepada nasabahnya yang dikutip CNBC International, Selasa (24/8/2021).

Jika Powell memberikan indikasi akan melakukan tapering di tahun ini, maka ada risiko aliran modal akan keluar dari negara emerging market menuju Amerika Serikat. Jika itu terjadi, rupiah berisiko tertekan, hal tersebut menyebabkan pelaku pasar berhati-hati.

Tetapi, jika Powell memberikan sinyal tidak akan melakukan tapering di tahun ini, maka rupiah bisa kembali berjaya. Pada Kamis pekan lalu, kurs dolar Singapura dibuat melemah ke Rp 10.534,42/SG$ yang merupakan level terendah 6 bulan.

"Kami pikir investor akan menunggu untuk mendengar tapering dari Jerome Powell pada hari Jumat, sebelum kembali masuk ke aset-aset berisiko lagi," tulis ahli strategi dari ING dalam catatan kepada nasabahnya yang dikutip CNBC International, Selasa (24/8/2021).

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Waspada Lockdown, Kurs Dolar Singapura di Bawah Rp 10.800/SG$


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading