Newsletter

Wall Street Berhasil Reli Lagi, IHSG Siap Rebound?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
25 August 2021 06:43
In this photo provided by the New York Stock Exchange, trader Americo Brunetti works on the floor, Thursday, March 25, 2021. Stocks are wobbling in afternoon trading Thursday as a slide in technology companies is being offset by gains for banks as bond yields stabilize.(Courtney Crow/New York Stock Exchange via AP)

Bursa saham AS alias Wall Street kembali serentak ditutup menguat pada perdagangan Selasa (24/8) waktu setempat, melanjutkan reli pada Senin lalu.

Penguatan ini terjadi seiring Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA memberikan izin penuh penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer Biontech pada hari Senin dan tidak adanya katalis negatif membuat 'selera risiko' investor tetap 'menyala' menjelang Simposium Jackson Hole pada Jumat minggu ini.

Ketiga indeks saham utama AS naik lebih tinggi, dengan S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada penutupan tertinggi sepanjang masa.


Indeks Dow Jones Industrial Average naik 30,55 poin, atau 0,09%, ke posisi 35.366,26. Kemudian, indeks S&P 500 bertambah 0,15% ke lelvel 4.486,23. Sementara, indeks yang sarat saham teknologi Nasdaq Composite naik 0,52% menjadi 15.019,80.

Saham teknologi dan megacap (saham dengan nilai kapitalisasi pasar besar) yang berdekatan dengan teknologi sekali lagi menjadi pemberat indeks, tetapi sektor siklikal dan smallcaps yang sensitif secara ekonomi menjadi pemimpin pasar.

Saham perusahaan China memimpin indeks Nasdaq seiring investor semakin mendapatkan kejelasan tentang prospek peraturan China dan membeli saham perusahaan yang 'digebuk' pemerintah China belakangan ini. Saham Pinduoduo melonjak 22,2% sementara JD.com naik 14,4%, Tencent Music Entertainment melesat 12,7% dan Baidu menguat 8,6%.

"Ada tindak lanjut dari pembelian dip di saham teknologi China setelah beberapa perusahaan kembali melakukan pembelian di saham, tetapi dewan juri masih belum mengetahui apakah bakal ada lebih banyak hukuman terkait tindakan keras pemerintah lebih lanjut di sektor ini," kata Jamie Cox, Managing Partner Harris Financial Group, kepada CNBC International.

Pada Selasa sore waktu AS, Gary Gensler, ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS, mengatakan agensi akan menuntut perusahaan China yang sahamnya diperdagangkan di AS untuk mengungkapkan risiko politik dan peraturan kepada investor.

"Investor akan mengamati pertemuan besar Jackson Hole [pada akhir pekan ini]," Ryan Detrick, ahli strategi pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina, mengacu pada simposium ekonomi tahunan bank sentral AS atau Federal Reserve (the Fed) pada hari Jumat, kepada Reuters.

"Tetapi untuk saat ini, perasaan senang karena berita vaksin kemarin masih ada di udara [masih menjadi sentimen]," imbuh Ryan.

Persetujuan penuh FDA terhadap vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech pada hari Senin lalu memicu optimisme atas pemulihan ekonomi yang meluas ke sesi Selasa.

Saham sektor perjalanan dan rekreasi mempin kenaikan di antara sektor lainnya. Indeks S&P 1500 Airline dan Hotel/Restaurant/Leisure masing-masing naik 3,7% dan 1,6%.

"Kita melihat saham-saham energi, ritel, perjalanan, rekreasi, keuangan, dan kapitalisasi kecil semuanya berjalan dengan baik hari ini," kata Detrick. "Dan itu pertanda bahwa pembukaan [ekonomi] kembali masih hidup dan baik."

Investor akan memantau simposium Jackson Hole, simposium tahunan The Fed yang akan berlangsung pada Kamis dan Jumat pekan ini. Acara ini menghadirkan para bankir sentral dari seluruh dunia untuk membahas kebijakan moneter masing-masing negara.

Ketua The Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidato yang akan disiarkan langsung pada Jumat (27/8/2021) pukul 10.00 pagi waktu AS atau pukul 21:00 WIB. Pidato berjudul "The Economic Outlook" itu diperkirakan menyinggung nasib program pembelian obligasi bulanan senilai US$ 120 miliar yang selama ini dijalankan The Fed.

Investor akan mendengarkan dengan cermat pidato Powell tersebut dan akan memantau kapan The Fed mungkin akan mulai meluncurkan program tapering tersebut.

Acara ini akan berlangsung secara virtual dan tidak secara langsung karena penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut. Hal ini telah mengurangi ekspektasi bahwa akan ada pengumuman besar di acara tersebut.

"Fakta bahwa The Fed mengadakan pertemuan virtual (Jackson Hole) memberi tahu Anda bahwa mereka mungkin berpikir mungkin mereka perlu terus mendukung ekonomi," kata Detrick.

Sektor Energi (.SPNY) menjadi gainer teratas di antara 11 sektor utama di S&P 500, didorong oleh reli lanjutan harga minyak mentah WTI.

Saham Best Buy Co Inc melonjak 8,3% setelah pengecer elektronik mengalahkan ekspektasi pendapatan analis dan menaikkan perkiraan penjualan selama setahun penuh.

Sentimen Pasar Hari Ini: Ada Dua Data Minyak yang Bakal Ditunggu
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading