Sempat Shock Karena PSBB 2020, Mal Summarecon Tetap Bertahan

Market - yun, CNBC Indonesia
24 August 2021 17:55
Presiden Direktur Summarecon PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Adrianto P Adhi mencatat marketing sales capai 75% hingga semester I-2021 atau 75% dari target 2021.

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur Summarecon PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Adrianto P Adhi, mengaku terkejut dengan situasi saat PSBB Maret 2020 yang tentunya berpengaruh terhadap pusat perbelanjaan.

"Tahun 2020 cukup shock dengan situasi. Mal tutup, setelah buka ada maksimum 50%. Kami bersyukur 2020 PSBB justru kami piawai mengelola mal. Satu pihak mendatangkan orang banyak, tapi juga pengunjung harus 50%. Dengan upaya yang ada tapi terbatas, hasilnya terus positif. Okupansi di mal kami 90%," ujarnya dalam Public Expose secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Saat ini, dengan dengan berlakunya PPKM, sebetulnya pihaknya mengaku optimistis dengan bisnis yang ada. Misalnya untuk mall di Bekasi, saat dimulainya PPKM pada 3 Juli hingga Agustus, beruntung ada beberapa tenant yang masih tetap bisa buka.


"Mal buka setengah untuk apotek, supermarket, itu masih 4 ribu orang orang per hari. Pada 19 Agustus di buka 12 ribu per hari. Ini di Bekasi. Mal Summarecon masih jadi destinasi favorit bagi masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, tantangannya adalah bagaimana mendatangkan pengunjung tapi ketat protokol kesehatan. Hal ini dipermudah dengan aplikasi peduli lindungi yang membuat masyarakat tetap tertib saat berkunjung ke pusat perbelanjaan.

Informasi saja, meski di tengah kondisi pandemi, Summarecon mencatat marketing sales capai 75% hingga semester I-2021 atau 75% dari target 2021.

"Semester pertama Rp 3 triliun dari Rp 4 triliun, sudah 75%. Ke depannya kita optimis, di samping kami terus menggali produk yang sesuai konsumen, bagaimana menggali skema pembayaran, menggali bagaimana grab konsumen kita agar tetap membeli produk di tengah kondisi pandemi semakin membaik," ujarnya.

Dari penjualan tersebut, skema pembayaran yang paling banyak dipilih adalah tunai bertahap sebesar 48% kemudian melalui KPR sebanyak 31%.

"KPR ada kenaikan tahun lalu 25%. Kalau dengan tunai 21%," demikian disampaikan oleh Corporate Secretary Perusahaan, Jemmy Kusnadi.


[Gambas:Video CNBC]

(yun/yun)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading