Posisi Spekulatif Beli Emas Meroket 66%, Pertanda Apa Ini?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
24 August 2021 17:05
Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia sukses menembus US$ 1.800/troy ons pada perdagangan Senin kemarin setelah meroket 1,37%. Sepanjang pekan lalu emas juga mampu mencatat penguatan tipis 0,1% sepanjang pekan lalu, saat isu tapering di tahun ini menguat yang seharusnya menekan harga logam mulia.

Selain itu, sentimen pelaku pasar sebenarnya sedang bagus, hal ini terlihat dari naiknya posisi spekulatif beli (long) emas, berdasarkan data dari Commodity Futures Trading Commision (CFTC).

Pada pekan yang berakhir 17 Agustus, posisi long emas dilaporkan naik 5.380 kontrak menjadi 117.272 kontrak, sebaliknya posisi jual (short) turun 18.295 kontrak menjadi 58.194 kontrak.


Artinya pada pekan tersebut posisi net long emas sebanyak 59.078 kontrak, melesat hingga 66% dari pekan sebelumnya, sebagaimana dilansir Kitco. 

idr

Analis dari TD Securities mengatakan pelaku pasar mulai mempertimbangkan kembali posisi long emas sebab semakin besarnya risiko pelambatan ekonomi global akibat penyebaran virus corona varian delta.

Selain itu, bank sentral AS (The Fed) yang mulai diragukan akan melakukan tapering di tahun ini juga mendorong investor kembali memborong emas.

"Antusiasme terhadap emas meningkat akibat munculnya keraguan di pasar jika The Fed akan melakukan tapering di tahun ini, sebab perekonomiannya terancam akibat virus corona delta," kata analis tersebut sebagaimana dilansir Kitco, Senin (23/8/2021).

Tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) merupakan musuh utama emas saat ini, pernah terjadi pada tahun 2013, emas ketika itu masuk dalam tren menurun hingga tahun 2015. Dari rekor tertinggi saat itu yang dicapai September 2011, emas dunia ambrol hingga 45%.

Tapering bahkan tidak sekedar isu tetapi keluar langsung risalah rapat kebijakan moneter The Fed edisi Juli yang dirilis pekan lalu, menunjukkan tapering bisa dilakukan di tahun ini.

Fakta emas pada pekan lalu masih menguat tipis, menunjukkan sentimen pelaku pasar terhadap logam mulia ini cukup bagus.

Peluang tapering di tahun ini akhirnya meredup lagi setelah Presiden bank sentral AS (The Fed) wilayah Dallas, Robert Kaplan, pada Jumat lalu mengatakan akan mempertimbangkan kembali tapering dalam waktu dekat jika penyebaran virus corona mengganggu pemulihan ekonomi AS.

Kaplan merupakan salah satu pejabat elit The Fed yang hawkish atau pro pengetatan moneter, sehingga komentarnya memberikan dampak yang signifikan. Alhasil, harga emas melesat tajam kemarin.

Kini pelaku pasar menanti pertemuan Jakcson Hole yang rencananya diadakan Jumat pekan ini. Melansir Kitco, Hansen mengatakan emas memiliki peluang menguat tajam di pekan ini jika ketua The Fed, Jerome Powell saat pertemuan Jackson Hole menunjukkan sikap yang lebih hati-hati dalam membuat rencana tapering di tahun ini.


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading