Terbang! Harga Emas Antam Capai Level Tertinggi 6 Pekan

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
24 August 2021 08:55
Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, melesat pada perdagangan Selasa (24/8/2021), hingga mencapai level tertinggi dalam 6 pekan terakhir. Harga emas dunia yang penguatan tajam Senin kemarin menjadi pemicu kenaikan emas Antam, tetapi rupiah yang juga mengalami penguatan membuat kenaikannya tidak sebesar emas dunia.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan hari ini naik Rp 7.000/gram. Emas dengan ukuran 1 gram dijual Rp 953.000/batang, secara persentase naik 0,74%. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 16 Juli lalu.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


BeratHarga DasarHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr526,500528,500530,500
1 gr953,000957,000961,000
2 gr1,846,0001,854,0001,862,000
3 gr2,744,0002,756,0002,768,000
5 gr4,540,0004,560,0004,580,000
10 gr9,025,0009,065,0009,106,000
25 gr22,437,00022,537,00022,638,000
50 gr44,795,00044,996,00045,198,000
100 gr89,512,00089,914,00090,317,000
250 gr223,515,000224,520,000225,526,000
500 gr446,820,000448,830,000450,841,000
1000 gr893,600,000897,621,000901,642,000

Harga emas dunia pada perdagangan Senin kemarin melesat 1,37% ke US$ 1.805/troy ons, akibat merosotnya dolar Amerika Serikat (AS), serta meredupnya kemungkinan tapering di tahun ini.

Tapering merupakan musuh utama emas saat ini, pernah terjadi pada tahun 2013, emas ketika itu masuk dalam tren menurun hingga tahun 2015. Dari rekor tertinggi saat itu yang dicapai September 2011, emas dunia ambrol hingga 45%.

Tapering bahkan tidak sekedar isu tetapi keluar langsung dari bank sentral AS The Fed. Risalah rapat kebijakan moneter The Fed edisi Juli yang dirilis pekan lalu menunjukkan peluang tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) di tahun ini.

"Melihat ke depan, sebagian besar partisipan (Federal Open Market Committee/FOMC) mencatat bahwa selama pemulihan ekonomi secara luas sesuai dengan ekspektasi mereka, maka akan tepat untuk melakukan pengurangan nilai pembelian aset di tahun ini," tulis risalah tersebut yang dirilis Kamis (19/8/2021) dini hari waktu Indonesia.

Presiden bank sentral AS (The Fed) wilayah Dallas, Robert Kaplan, pada Jumat lalu mengatakan akan mempertimbangkan kembali tapering dalam waktu dekat jika penyebaran virus corona mengganggu pemulihan ekonomi AS. Kaplan merupakan salah satu angota The Fed yang hawkish atau pro pengetatan moneter.

Komentar Kaplan membuat ekspektasi tapering di tahun ini meredup, sekaligus membuat keperkasaan dolar AS luntur. Alhasil, rupiah mampu menguat 0,28% kemarin.

Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, saat rupiah menguat maka harganya akan menjadi lebih murah ketika dikonversi ke Mata Uang Garuda. Sehingga kenaikan harga emas Antam tidak sebesar emas dunia.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading