Gaspol Lagi! Kurs Dolar Australia Menguat Dekati Rp 10.400

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
24 August 2021 13:14
An Australia Dollar note is seen in this illustration photo June 1, 2017. REUTERS/Thomas White/Illustration

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah membukukan penguatan 2 hari beruntun, dolar Australia kembali menguat melawan rupiah pada perdagangan Selasa (24/8/2021). Mata Uang Negeri Kanguru ini semakin menjauhi level terendah 9 bulan, dan mendekati Rp 10.400/AU$.

Pada pukul 12:23 WIB, AU$ 1 setara Rp 10,398,21, dolar Australia menguat 0,11% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Kemarin, dolar Australia mampu melesat 0,76%, dan Jumat pekan lalu, 0,18%.

Sebelum membukukan penguatan di hari Jumat, dolar Australia sempat turun ke Rp 10.258/AU$ yang merupakan level terendah sejak 19 November lalu.


Meski sedang menuju penguatan 3 hari beruntun, tetapi sebenarnya dolar Australia masih dalam tekanan. Kenaikan dalam 2 hari terakhir dipicu aksi ambil untung (profit taking) dari sisi rupiah. Sebab, sejak pertengahan April lalu, dolar Australia sudah jeblok lebih dari 9%.

Ke depannya, dolar Australia diprediksi masih akan melemah lagi. Ray Attrill, analis dari National Australia Bank (NAB) mengatakan dolar Australia masih akan tertekan akibat peningkatan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) dan kebijakan lockdown.

"Masih terlalu dini untuk melihat penurunan dolar Australia berakhir," kata Attrill sebagaimana dilansir Reuters, Senin (23/8/2021).

Lockdown yang dilakukan di beberapa negara bagian di Australia membuat mata uangnya terus merosot. Lockdown dilakukan demi meredam penyebaran virus corona, sayangnya pemulihan ekonomi Australia menjadi terancam.

Berdasarkan data dari Worldometer, ada penambahan kasus Covid-19 sebanyak 909 orang pada hari Minggu (22/8/2021). Penambahan tersebut merupakan rekor terbanyak selama pandemi di Australia.

Di sisi lain, pemerintah menurunkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 4 menjadi level 3 di beberapa kabupaten di Jawa-Bali, termasuk Jabodetabek.

"Untuk pulau Jawa dan Bali, wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Surabaya Raya, dan beberapa wilayah kota/kabupaten lainnya sudah bisa berada pada level 3 mulai 24 Agustus 2021," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (23/8/2021).

Dengan penurunan tersebut tentunya ada beberapa pelonggaran lagi, yang bisa membuat roda bisnis berputar lebih kencang.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Bijih Besi Diprediksi Turun, Kurs Dolar Australia Keok!


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading