Gainers-Losers Sesi I

Saham Bank Oke & REAL Melesat, Giliran MEDC-BKSW Loyo!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
24 August 2021 12:33
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten perbankan PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) dan emiten yang bergerak di bidang usaha penjualan real estate PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) menjadi top gainers pada paruh pertama perdagangan hari ini, Selasa (24/8/2021).

Sementara, saham emiten migas milik Keluarga Panigoro PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan emiten bank PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) harus rela berbagi tempat di daftar top losers.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak kuat menanjak pada siang ini. IHSG melorot 0,53% ke posisi 6.077,631 pada penutupan sesi I perdagangan (24/8).


Menurut data BEI, ada 194 saham naik, 282 saham merosot dan 177 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,42 triliun dan volume perdagangan mencapai 16,89 miliar saham.

Di tengah pelemahan IHSG, investor asing pasar saham keluar dari bursa domestik dengan catatan jual bersih asing mencapai Rp 92,28 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan jual bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 17,92 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (24/8).

Top Gainers

  1. Trimitra Propertindo (LAND), saham +34,83%, ke Rp 120, transaksi Rp 10,1 M

  2. Bank Oke Indonesia (DNAR), +24,84%, ke Rp 402, transaksi Rp 50,4 M

  3. Berkah Beton Sadaya (BEBS), +20,17%, ke Rp 715, transaksi Rp 38,3 M

  4. Repower Asia Indonesia (REAL), +14,56%, ke Rp 118, transaksi Rp 162,1 M

  5. Bank Neo Commerce (BBYB), +9,82%, ke Rp 1.845, transaksi Rp 802,5 M

Top Losers

  1. Harapan Duta Pertiwi (HOPE), saham -6,70%, ke Rp 167, transaksi Rp 111,3 M

  2. Multipolar (MLPL), -5,88%, ke Rp 480, transaksi Rp 106,1 M

  3. Bank Artha Graha Internasional (INPC), -5,41%, ke Rp 175, transaksi Rp 12,1 M

  4. Medco Energi Internasional (MEDC), -4,85%, ke Rp 490, transaksi Rp 109,7 M

  5. Bank QNB Indonesia (BKSW), -4,32%, ke Rp 266, transaksi Rp 19,7 M

Saham DNAR melonjak sampai menyentuh batas auto rejection atas (ARA) 24,84% ke Rp 402/saham, melanjutkan kenaikan pada 2 hari sebelumnya. Dalam sepekan saham ini melonjak 27,22%, sementara dalam sebulan melesat 70,34%.

Saham DNAR masih tersengat sentimen dirilisnya aturan bank digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis pekan lalu.

Sementara, saham REAL berhasil rebound dengan naik 14,56%, setelah pada dua perdagangan sebelumnya anjlok hingga lebih dari 6%.

Pelemahan dalam 2 hari itu terjadi setelah saham ini tiba-tiba bangkit dan melonjak lebih dari 30% pada Senin (16/8) sampai Kamis (19/8), seiring adanya kabar Ustaz Yusuf Mansur membeli saham tersebut senilai Rp 30 miliar pada Senin pekan lalu.

Saham ini cenderung saham 'tidur', karena jarang sekali beraktivitas di bursa sejak debutnya pada 6 Desember 2019. Terakhir kali saham REAL bergerak adalah pada 26 November 2020 ketika ditutup naik 4,00% ke Rp 52/saham.

Sebelumnya, BEI saham ini terkena radar Bursa Efek Indonesia (BEI) karena bergerak di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA), setelah bergerak naik secara signifikan.

Setelah masuk kategori UMA, BEI pun memberikan pertanyaan seputar proyek perusahaan tersebut dan masuknya Yusuf Mansur, pemilik PT Paytren Aset Manajemen, menjadi pemegang saham perusahaan di atas 5%.

Rully Muliarto, Direktur REAL, dalam suratnya menjelaskan bahwa perseroan dan Yayasan Daarul Qur'an Indonesia (DAQU) melakukan penandatanganan kerja sama pembangunan dan pengembangan Pesantren Daarul Qur'an beserta sarana dan fasilitas pendukung di seluruh Indonesia.

Selain itu kerja sama yang diteken pada Rabu 18 Agustus lalu tersebut juga meliputi penyediaan perumahan untuk pimpinan, karyawan dan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan pesantren Daarul Qur'an di seluruh Indonesia.

Salah satu proyek yang akan dikembangkan adalah Pesantren DAQU Mandiri Jakarta, yang berlokasi di bilangan Pasar Minggu Jakarta Selatan, dengan konsep Green Building, gedung pesantren 12 lantai ini akan di-design ramah lingkungan.

"Nilai proyeknya sebesar Rp 100 miliar serta potensi income-nya sebesar Rp 150-200 miliar," kata Rully, dalam keterbukaan informasi di BEI, dikutip Senin (23/8).

Di teritorial berbeda, saham MEDC merosot 4,85% ke Rp 490/saham. Para investor tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah pada dua perdagangan sebelumnya saham ini melaju kencang dalam dua hari belakangan.

Bersama saham MEDC, saham BKSW juga anjlok 4,32%, setelah melonjak dalam dua hari terakhir. Tidak seperti saham DNAR dan sejumlah saham bank mini lainnya, investor mulai buru-buru melakukan profit taking pada saham BKSW.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Tersengat' Yusuf Mansur, Saham REAL Ngamuk Lagi! Nyaris ARA


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading