Net Buy-Sell

Akhir Pekan Asing Buru Saham BBCA-TLKM, Lepas BBRI-ASII

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
20 August 2021 17:15
Dok: Telkom

Jakarta, CNBC Indonesia -  (20/8/2021) akhir pekan ini, pasca rilis data transaksi berjalan Indonesia.

Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup menguat 0,64% ke level 6.030,77. IHSG pun kembali ke level psikologis di 6.000 pada hari ini.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini turun tipis menjadi Rp 13,6 triliun. Investor asing tercatat masih melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 294 miliar di pasar reguler. Sebanyak 278 saham naik, 204 saham turun dan 167 lainnya stagnan.


Dari daftar net buy, asing masih mengoleksi saham bank berkapitalisasi pasar paling jumbo, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp 402 miliar. Selain saham BBCA, asing juga masih mengoleksi saham big cap telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 197 miliar.

Asing juga tercatat mengoleksi dua saham emiten menara telekomunikasi, yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Berikut saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini.

Net Buy Asing

Sementara dari daftar net sell, asing tercatat melepas setidaknya empat saham big cap, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Selain melepas beberapa saham big cap, asing juga tercatat melepas sahampertambangan batu bara dan nikel, yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Adapun saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Sell Asing

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2021 berada di posisi defisit US$ 450 juta. Memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya yang surplus luar biasa hingga mencapai US$ 4,06 miliar.

NPI terdiri dari dua pos besar yaitu transaksi berjalan (current account) serta transaksi modal dan finansial.

Transaksi berjalan menggambarkan arus masuk-keluar devisa yang datang dari ekspor-impor barang dan jasa, pendapatan primer, serta serta pendapatan sekunder. Keluar masuk devisa di pos ini lebih stabil ketimbang pos transaksi modal dan finansial yang cepat datang dan pergi.

Sehingga current account akan memberikan dampak yang cukup besar ke pergerakan rupiah.

Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang besar tidak mampu ditutup oleh pos transaksi modal dan finansial yang surplus US$ 1,92 miliar pada kuartal II-2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Asing Belanja, Ini Dia Big Cap yang Diborong & Dilepas


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading