Roundup

Simak 9 Kabar 'Hot' Pasar Saham, Ada Bank Digital hingga KFC!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
20 August 2021 08:40
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Tanah Air terkoreksi cukup agresif pada perdagangan Kamis kemarin (19/8) seiring dengan respons negatif pelaku pasar mengenai wacana tapering The Fed pada tahun ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 2,06% ke level 5.992,32 poin dengan nilai transaksi Rp 14,03 triliun. Pelaku pasar asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp 312,14 miliar. Bila diakumulasi sejak awal tahun, net buy investor asing sudah mencapai Rp 19,93 triliun.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai transaksi pada perdagangan menjelang akhir pekan ini, Jumat (20/8/2021):


1.OJK Terbitkan Aturan Bank Digital

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya merilis Peraturan terbaru mengenai Bank Umum pada hari ini, Kamis (19/8/2021). Peraturan bernomor POJK No. 12/POJK.03/2021 ini berisi 19 bab dan 160 pasal.

Salah satu yang diatur dalam POJK bernomor adalah bank digital yang tercantum di Bab IV dalam aturan ini.

OJK membolehkan Bank Digital beroperasi hanya 1 kantor fisik sebagai Kantor Pusat. Berikutnya, Bank Digital boleh beroperasi tanpa kantor fisik atau dapat menggunakan kantor fisik yang terbatas.

Sebagai pembeda dengan bank umum, OJK menetapkan 6 persyaratan bagi bank agar dapat disebut sebagai bank digital. Pertama, memiliki model bisnis dengan penggunaan teknologi yang inovatif dan aman dalam melayani kebutuhan nasabah. Kedua, memiliki kemampuan untuk mengelola model bisnis perbankan digital yang pruden dan berkesinambungan.

Ketiga, memiliki manajemen risiko secara memadai. Keempat, memenuhi aspek tata kelola termasuk pemenuhan Direksi yang mempunyai kompetensi di bidang teknologi informasi dan kompetensi lain sebagaimana dimaksud dalam ketentuan OJK mengenai penilaian kemampuan dan kepatutan.

Adapun syarat kelima dan keenam adalah menjalankan perlindungan terhadap keamanan data nasabah dan memberikan upaya yang kontributif terhadap perkembangan ekosistem keuangan digital dan/atau inklusi keuangan.

2.Bakal Ada Kawasan Baru di Hambalang, Proyeknya Rp 14 T

Emiten yang bergerak dalam bidang real estate, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN), mengumumkan telah menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan lahan Palm Hill Golf Club dengan PT Sentul Golf Utama pada Rabu (18/8/2021).

Perjanjian kerja sama (PKS) ini dibuat dalam rangka mempersiapkan rencana kerja sama pengembangan, pembangunan dan pengelolaan tanah seluas 76 hektare (Ha) yang terletak di Desa Kadumanggu, dan Desa Babakan Madang, Kecamatan Babakan Madang, dan Desa Hambalang, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan memperkirakan total gross development value (GDV) atas proyek tersebut mencapai Rp 14 triliun, dengan margin laba bersih diperkirakan sebesar 20%- 24%.

3.Laba Pizza Hut Meroket 201%, Omzet Masih Drop

Emiten pengelola restoran waralaba Pizza Hut milik Grup Yum! Brands Inc, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih fantastis atau mencapai 201% menjadi Rp 31,52 miliar pada paruh pertama tahun ini atau per Juni 2021.

Data laporan keuangan mencatat, laba bersih ini naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mana PZZA mencetak laba bersih sebesar Rp 10,47 miliar.

Meskipun laba bersih meningkat drastis, pendapatan perusahaan masih tertekan menjadi Rp 1,69 triliun, menyusut 7,15% dari pendapatan selama 6 bulan pertama tahun lalu yang berada di angka Rp 1,82 triliun.

Penjualan perusahaan terdiri dari penjualan makanan yang turun menjadi total Rp 1,59 triliun dari semula sebesar Rp 1,73 triliun. Penjualan minuman tumbuh tipis dari semula Rp 94,77 miliar, kini meningkat menjadi Rp 95,35 miliar. Sedangkan potongan penjualan turun dari semula Rp 6,98 miliar kini menjadi Rp 3 miliar.

4.Siap IPO, GTS Internasional Milik Humpuss Cari Dana Rp 429 M

Perusahaan distribusi gas alam cari (liquefied natural gas/LNG) milik Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, PT GTS Internasional (GTSI) tahun ini berencana untuk berinvestasi senilai US$ 55 juta atau setara dengan Rp 797,5 miliar (asumsi kurs Rp 14.500/US$).

Investasi ini untuk pembangunan kapal yang menyediakan fasilitas penyimpanan gas terapung atau biasa disebut Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) Amurang.

Direktur GTS Internasional Dandun Widodo mengatakan untuk memenuhi pendanaan pembangunan kapal tersebut, perusahaan akan menganggarkan dana hasil penawaran umum (initial public offering/IPO)) dan injeksi modal dari partner bisnis perusahaan dalam bentuk investasi jangka panjang.

"Pembangunan kapal untuk permanent FSRU di Amurang itu diperkirakan sekitar US$ 55 juta. Salah satu proceed yang kita dapatkan adalah untuk membantu pembangunan itu dari sisi equity," kata Dandun dalam konferensi pers penawaran umum saham, Kamis (19/8/2021).

5.Jual Saham Hasil Buyback, Harum Bakal Kantongi Rp 700 M

Emiten pertambangan batu bara yang dimiliki keluarga konglomerat Kiki Barki melalui PT Karunia Bara Perkasa (KBP), PT Harum Energi Tbk (HRUM), mengumumkan akan menjual sebagian saham treasuri yang sebelumnya diperoleh dari hasil pembelian kembali (buyback).

Sebelumnya pada 2019, pemegang saham melalui RUPSLB sudah menyetujui pembelian kembali saham perusahaan sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham perseroan atau 4,93% dari modal disetor perusahaan.

Sebelum buyback tersebut digelar, HRUM sudah memiliki saham treasury sebanyak 5,07%. Hingga akhir Juli 2021, jumlah saham treasuri yang dimiliki perusahaan adalah sebanyak 177.352.800 saham atau sebesar 6,56% total kepemilikan.

NEXT: Cek Kabar Emiten Lainnya

RUPST KFC hingga Utang Medco
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading