Analisis Teknikal

Ditahan MA 200 Saat Ambrol 2%, IHSG Berpotensi Rebound!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 August 2021 08:08
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tapering yang kemungkinan terjadi di tahun ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol Kamis kemarin (19/8), tidak tanggung-tanggung kemerosotannya lebih dari 2% ke 5.992,322.

Tapering merupakan pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Pernah terjadi di tahun 2013, tapering memicu capital outflow dari negara emerging market seperti Indonesia, dan memicu gejolak di pasar finansial global yang disebut taper tantrum.

Meski IHSG merosot tajam kemarin, tapi investor asing masih melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar saham Indonesia sebesar Rp 339 miliar. Sehari sebelumnya bahkan mencapai Rp 1,12 triliun.


Melihat asing masih memiliki minat beli, IHSG berpeluang bangkit pada perdagangan hari ini, Jumat (20/8/2021). Apalagi, "hantu" CAD (current account defisit) yang selama ini menjadi batu sandungan bagi perekonomian Indonesia, kali ini bisa membantu IHSG untuk bangkit.

CAD sebenarnya menjadi "hantu" yang membayangi sejak kuartal IV-2011. Kala defisit membengkak, BI akan menaikkan suku bunga guna menarik hot money, sehingga diharapkan dapat mengimbangi CAD, yang pada akhirnya dapat menopang penguatan rupiah.

Namun, kala suku bunga dinaikkan, suku bunga perbankan tentunya ikut naik, sehingga beban yang ditanggung dunia usaha hingga rumah tangga akan menjadi lebih besar.

Akibatnya, investasi hingga konsumsi rumah tangga akan melemah, dan roda perekonomian menjadi melambat. Oleh karena itu, CAD menjadi batu sandungan bagi perekonomian Indonesia.

Transaksi berjalan akhirnya mencatat surplus untuk pertama kali dalam nyaris satu dekade pada kuartal III-2020 lalu dan berlanjut di kuartal IV. Tetapi, surplus bukan berarti perekonomian Indonesia membaik, justru semakin memburuk. Sebab, dunia berada dalam pandemi, banyak negara menerapkan kebijakan pembatasan sosial hingga lockdown.

Di kuartal I-2021, transaksi berjalan akhirnya kembali mengalami defisit sebesar US$ 996,83 juta atau 0,36% dari produk domestik bruto (PDB). Artinya, "hantu" CAD sudah datang lagi.

Kali ini, "hantu" CAD justru menjadi kabar bagus, sebab roda perekonomian mulai berputar kembali, dan bisa memberikan sentimen positif ke pasar finansial Indonesia. Data transaksi berjalan akan dirilis hari ini pukul 11.00 WIB.

Secara teknikal, ambrolnya IHSG kemarin hingga melewati batas bawah pola Ascending Triangle serta rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50) dan MA 100 yang merupakan support kuat.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

IHSG bahkan sempat menjebol MA 200 di kisaran 5.990, beruntun kemerosotan berhasil dipangkas hingga berakhir tepat di kisaran level tersebut.

Tekanan bagi IHSG memang sedang besar, tetapi selama bertahan di atas MA 200, peluang rebound juga masih terbuka. Target penguatan ke 6.030, IHSG berpotensi menuju 6.065.

Sementara jika MA 200 kembali dijebol, IHSG berisiko merosot ke 5.950. Support selanjutnya berada di 5.915 hingga 5.900.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Covid-19 Makin Mengerikan, tapi IHSG Mau Coba Tembus 6.100


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading