Semester I-2021

Kalah Saing Jualan Ponsel, Emiten GLOB Cuan Jualan Kopi

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
18 August 2021 13:50
Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten yang pada awal pendirian bergerak di bidang perdagangan dan distribusi peralatan elektronik dan telekomunikasi, termasuk telepon selular (ponsel) PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB), akhirnya berhasil membukukan laba bersih pada semester pertama tahun ini.

Kinerja positif ini salah satunya didukung oleh pergeseran segmen bisnis perusahaan yang kini fokus menjual mesin dan peralatan kopi.

Alienasi dari bisnis telekomunikasi sudah tercium dari tahun lalu dan terkonfirmasi setelah perusahaan mengumumkan pergantian nama perusahaan yang semula bernama PT Global Teleshop Tbk (GLOB) menjadi PT Globe Kita Terang Tbk.


Meskipun demikian, tidak dijelaskan secara spesifik alasan pergantian nama perusahaan yang memutuskan menghilangkan 'Teleshop' dari nama perusahaan.

Emiten yang merupakan anak usaha dari PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,41 miliar, membaik dari periode yang sama tahun sebelumnya dimana perusahaan masih mengalami rugi bersih sebesar Rp 2,27 miliar.

Meskipun kinerja laba membaik, pendapatan perusahaan malah mengalami penurunan menjadi Rp 18,33 miliar, angka ini menyusut 17,97% dari perolehan pendapatan 6 bulan awal tahun lalu yang mencapai Rp 22,35 miliar.

Memang, penurunan pendapatan terbesar masih dicatatkan pada segmen penjualan kartu perdana dan voucher isi ulang yang semula mencapai Rp 15,52 miliar, kini turun 88% menjadi hanya sebesar Rp 1,79 miliar.

Tapi pendapatan perusahaan dari bisnis penjualan mesin dan peralatan kopi meningkat drastis, naik 199% menjadi Rp 10,37 miliar dari semula hanya berjumlah Rp 3,47 miliar. Semeter ini perusahaan juga mulai menjual bijih kopi yang pada semester pertama tahun lalu belum dilaksanakan.

Segmen bisnis utama lainnya adalah penjualan telepon seluler naik menjadi Rp 5,99 miliar dari semula Rp 3,28 miliar.

Meskipun pendapatan perusahaan mengalami penurunan, kinerja laba perusahaan dibantu oleh turunnya beban pendapatan yang semula mencapai 95,26% dari total pendapatan atau sebesar Rp 21,29 miliar, kini turun menjadi 87,86% dari pendapatan perusahaan atu sejumlah Rp 16,11 miliar.

Selain itu beban penjualan dan pemasaran juga turun signifikan menjadi Rp 629,87 miliar dari semula mencapai Rp 2,30 miliar. Beban umum dan administrasi juga ikut menyusut menjadi Rp 1,51 miliar dari semula sebesar Rp 2,25 miliar.

Kinerja laba perusahaan memang mengalami perbaikan, akan tetapi hingga akhir Juni 2021 perusahaan masih mengalami defisiensi modal. Ekuitas perusahaan tercatat negatif Rp 794,15 miliar, turun tipis dari posisi akhir tahun senilai Rp 795,56 miliar.

Meskipun kinerja keuangan perusahaan mulai membaik, pada penutupan perdagangan sesi I Rabu (18/8) di pasar modal, saham GLOB tercatat turun 4,95% ke level Rp 173 per saham.

Dalam sepekan saham ini melemah 5,46%, selama sebulan terakhir harganya terkoreksi 6,99% dan sejak awal tahun tumbuh hingga 58,72%.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading