Semester I-2021

Sinyal Properti Pulih: CTRA Cetak Laba Rp483 M, BSDE Rp 680 M

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
16 August 2021 18:10
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) CTRA Kamis (29/7/2021)/dok CTRA

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua emiten properti yakni PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dari Grup Ciputra dan Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melaporkan kinerja keuangan semester pertama di tahun ini.

Keduanya tercatat mulai menunjukkan perbaikan kinerja di tengah pandemi Covid-19.

Emiten properti Grup Ciputra, CTRA misalnya mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 186% menjadi 483,47 miliar pada semester pertama tahun ini dari periode yang sama di tahun sebelumnya senilai Rp 169,5 miliar.


Melesatnya laba tersebut terutama disebabkan oleh naiknya pendapatan usaha CTRA senilai 44% menjadi 4,02 triliun dari tahun sebelumnya Rp 2,80 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/8/2021), rincinya, pendapatan itu dikontribusi dari penjualan bisnis properti senilai Rp 3,19 triliun.

Penjualan rumah hunian dan ruko memberi andil terbesar Rp 2,04 triliun naik dari sebelumnya Rp 1,54 triliun.

Lainnya dari pendapatan usaha dengan kontribusi terbesar di segmen rumah sakit dan pusat niaga masing-masing Rp 368,44 miliar dan Rp 212,01 miliar.

Sejalan dengan meningkatnya pendapatan, beban pokok penjualan dan beban langsung CTRA juga naik sebesar 36,6% menjadi Rp2,059 triliun. Sehingga laba kotor perseroan meningkat 51,93% menjadi Rp 1,96 triliun.

Pada periode 6 bulan pertama ini, aset Ciputra tercatat naik tipis 2,8 persen menjadi Rp 40,36 triliun yang terdiri dari liabilitas Rp 22,27 triliun dan ekuitas Rp 18,09 triliun.

BSDE Bukukan Laba Rp 680 M

Sementara itu, Bumi Serpong Damai tercatat membukukan perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 680 miliar pada semester pertama tahun ini, berkebalikan dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang merugi Rp 192,68 miliar.

Sampai dengan 30 Juni 2021, emiten properti Grup Sinarmas ini mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 39% menjadi senilai Rp 3,25 triliun dari sebelumnya Rp2,33 triliun.

Rinciannya, kontribusi pendapatan terbesar BSDE masih disokong penjualan tanah dan bangunan senilai Rp 2,57 triliun, membaik dari tahun sebelumnya Rp 1,74 triliun.

Sementara itu, pendapatan di segmen hotel dan arena rekreasi dan bisnis sewa masih tertekan seiring dengan pandemi Covid-19. Tercatat, pendapatan di segmen arena rekreasi anjlok menjadi Rp 2,70 miliar dari sebelumnya Rp 6,15 miliar. Adapun, penjualan di segmen hotel turun menjadi Rp 4,66 miliar dari Rp 12,01 miliar.

Naiknya pendapatan BSDE turut berimbas pada kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp 1,06 triliun pada semester pertama tahun ini dari Rp 732,93 miliar.

Dengan demikian, laba kotor perseroan tercatat menjadi Rp 2,16 triliun per 30 Juni 2021 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,60 triliun.

Adapun total aset BSDE sampai dengan Juni tahun ini sebesar Rp59,06 triliun yang terdiri dari liabilitas Rp 24,01 triliun dan ekuitas sebesar Rp35,04 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading