Review

Asing Diam-diam Borong Rp 2 T, Cek 10 Saham Buruannya!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
13 August 2021 08:55
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menghijau dalam sebulan terakhir, investor asing beramai-ramai masuk ke bursa Tanah Air dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp 2,04 triliun di pasar reguler.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 2,12% ke posisi 6.139,652 dalam sebulan belakangan, setelah sempat menembus level psikologis 6.200 pada 5 Agustus lalu.

Berikut ini 10 besar saham-saham yang paling diborong oleh asing dalam 30 hari terakhir:


  1. Telkom Indonesia (Persero) (TLKM), saham +9,12%, ke Rp 3.350, net buy asing Rp 714,9 M

  2. Astra International (ASII), +0,82%, ke Rp 4.940, net buy asing Rp 574,9 M

  3. Vale Indonesia (INCO), -1,45%, ke Rp 5.100, net buy asing Rp 535,9 M

  4. Bank Rakyat Indonesia (Persero) (BBRI), +0,79%, ke Rp 3.810, net buy asing Rp 535,5 M

  5. Merdeka Copper Gold (MDKA), -5,10%, ke Rp 2.790, net buy asing Rp 204,7 M

  6. Kalbe Farma (KLBF), -3,01%, ke Rp 1.290, net buy asing Rp 179,6 M

  7. Bank Negara Indonesia (Persero) (BBNI), +8,67%, ke Rp 5.075, net buy asing Rp 171,1 M

  8. Chandra Asri Petrochemical (TPIA), -7,34%, ke Rp 9.150, net buy asing Rp 162,7 M

  9. AKR Corporindo (AKRA), +15,69%, ke Rp 3.540, net buy asing Rp 156,1 M

  10. Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA), -17,86%, ke Rp 2.300, net buy asing Rp 136,1 M.

Menurut data di atas, dari 10 besar saham yang dikoleksi asing, 5 di antaranya menguat, sementara 5 saham lainnya melemah.

Saham emiten telekomunikasi pelat merah TLKM menjadi yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai beli bersih Rp 714,9 miliar. Seiring dengan aksi borong asing tersebut, harga saham TLKM melesat 9,12% dalam sebulan. Saat ini nilai kapitalisasi pasar (market cap) TLKM tercatat mencapai Rp 331,86 triliun.

Kabar terbaru, Telkom bersama emiten teknologi penyedia solusi digital Grup Ciputra, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mengumumkan untuk melakukan investasi di perusahaan rintisan (start-up), khususnya yang berada di Indonesia.

Keputusan ini datang dengan ditandatanganinya kesepakatan dalam bentuk subscription agreement dengan jumlah sebesar US$ 500.000 atau setara dengan Rp 7,25 miliar (kurs Rp 14.500/US$).

Telkom sendiri masuk melalui dua anak usahanya, yakni Arise Fund sebagai fund entity dan Metra Digital Innovation Pte Ltd (MDI Ventures) sebagai fund manager.

Di posisi kedua, saham induk Grup Astra, ASII, juga banyak dibeli asing dengan nilai net buy Rp 574,9 miliar. Meski ramai diburu asing, saham ASII hanya berhasil naik tipis 0,82% dalam sebulan.

Astra mencatatkan laba bersih Rp 8,83 triliun di semester I-2021, turun 22% dari periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp 11,38 triliun.

Penurunan laba bersih itu terjadi di tengah pendapatan Astra yang justru naik 20% menjadi Rp 107,39 triliun, dari periode yang sama tahun lalu Rp 89,79 triliun.

Tidak hanya TLKM dan ASII, saham INCO juga ramai dibeli asing dengan nilai beli bersih Rp 539,9 miliar dalam sebulan belakangan. Namun, di tengah aksi borong asing tersebut, saham INCO malah melemah 1,45%.

Kabar teranyar, produksi nikel matte INCO pada semester I 2021 ini tercatat sebesar 30.246 ton, turun 16,7% dari periode yang sama pada 2020 yang mencapai 36.515 ton.

Berdasarkan keterangan resmi Vale hari ini, Senin (19/07/2021), penurunan produksi pada semester I 2021 ini dikarenakan aktivitas pemeliharaan yang tidak terencana dan kadar nikel yang lebih rendah pada kuartal pertama 2021.

Sementara saham emiten distribusi minyak dan bahan kimia AKRA dan emiten pengelola jaringan rumah sakit (RS) Mitra Keluarga MIKA menjadi saham yang paling melesat dan anjlok di antara yang lainnya.

Saham AKRA melejit 15,69% dalam sebulan terakhir ke Rp 3.540/saham, sementara saham MIKA ambles 17,86% ke posisi Rp 2.300/saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading