Dicecar BEI soal Volatilitas Transaksi, Ini Jawaban Bank QNB!

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
12 August 2021 16:10
QNB

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) dalam suratnya memberikan penjelasan terkait dengan volatilitas transaksi efek (saham) perusahaan kepada pihak Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Bank QNB, Windiartono Tabingin, mengatakan bahwa perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang saham Tahunan (RUPST) pada 19 Agustus mendatang sesuai dengan publikasi yang diumumkan sebelumnya.

Meskipun demikian BKSW juga mengatakan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat.


Direktur BKSW juga menyampaikan bahwa sepanjang Juli hingga 6 Agustus 2021, perusahaan tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang keterbukaan informasi.

Pihak manajemen BKSW juga menambahkan bahwa tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek perseroan serta kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

Selanjutnya manajemen Bank QNB juga menyampaikan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sebagaimana diatur dalam peraturan OJK tentang laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.

Mengenai rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan, manajemen BKSW mengatakan bahwa pertanyaan tersebut telah disampaikan kepada pemegang saham utama dan dapat diinformasikan bahwa dalam tiga bulan mendatang tidak terdapat rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan.

Pada perdagangan sesi II, saham BKSW ditutup anjlok 5,96% di Rp 284/saham dengan kapitalisasi pasar Rp 5,8 triliun. 

Data BEI mencatat pada Kamis ini transaksi saham bank eks Bank Kesawan ini sebesar Rp 55 miliar dengan volume perdagangan 188 juta saham. Sepekan saham ini naik 11% dan sebulan terakhir juga masih naik 43%. Dalam 3 bulan terakhir saham BKSW melesat 69% dan year to date meroket 168%.

Per semester I-2021, BKSW melaporkan kerugian bersih sebesar Rp 578,36 miliar, makin buruk dengan angka kerugian naik 7,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya rugi sebesar Rp 537,94 miliar.

Pendapatan bunga bersih tercatat mengalami penurunan signifikan hingga 30,59% menjadi Rp 446,90 miliar, lebih rendah dari pendapatan enam bulan pertama tahun lalu sejumlah Rp 643,86 miliar.

Laporan keuangan mencatat, BKSW didirikan pada 1 April 1913 dengan nama N.V Chunghwa Shangyeh Maatschappij (The Chinese Trading Company Limited).

Nama Bank diubah menjadi PT Bank Kesawan pada 10 Maret 1965. Dengan akuisisi saham Bank oleh Qatar National Bank (Q.P.S.C.) (dahulu Qatar National Bank SAQ) pada 26 Januari 2011, nama Bank diubah menjadi Bank QNB Kesawan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB No. 23 tanggal 16 September 2011.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Bank Mini Ngamuk! Jebakan Batman atau Waktunya Borong?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading