Siap-siap! Bakal Ada Investor Kakap AS Lirik Bank Digital RI

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
09 August 2021 07:10
Jeff Bezos

Terkait dengan rencana besar Amazon, analis senior di bidang fintech, Melody Brue, dalam ulasannya berjudul "Is Amazon Building The Next Generation Bank?" di Forbes, 30 April 2021, mengulas soal persiapan Amazon masuk ke layanan perbankan. Artikel itu ditulis bersama Moor Insights and Strategy.

Selama bertahun-tahun, Amazon terus membangun lini produk guna meningkatkan partisipasi dalam ekosistem Amazon.

Perusahaan telah membangun, mengakuisisi, bermitra, dan meluncurkan tools yang memperluas partisipasi dan aktivitas pedagang, jumlah pelanggan, meningkatkan kapasitas pembayaran, dan mengurangi gesekan pada sisi jual dan beli.


"Dampaknya tak terbendung oleh regulator atau pesaing mereka, Amazon juga dipersenjatai dengan banyak paten, uang tunai yang hampir tidak terbatas, basis pelanggan yang besar dan setia, dan data tanpa akhir," jelas Brue, dalam artikelnya, dikutip CNBC Indonesia, Senin (9/8).

Menurut dia, Amazon dapat menjadi ancaman nyata bagi perbankan tradisional. Forbes mengutip dalam resmi perusahaan di mana Amazon tetap fokus membangun produk layanan keuangan yang mendukung tujuan strategis yakni meningkatkan partisipasi dalam ekosistem Amazon.

Selain itu, diharapkan bisa memecahkan inefisiensi untuk 310 juta pelanggan aktifnya, 100 juta pelanggan Amazon Prime (platform hiburan Amazon), 50 juta pelanggan Amazon Echo (layanan asisten pribadi cerdas), dan 5 juta penjual di seluruh dunia.

Amazon juga telah melakukan beberapa investasi fintech demi mendukung tujuan strategis. Semua ini mengarah pada kesimpulan bahwa Amazon tidak mungkin membangun bank penyimpanan deposito tradisional.

Brue menilai tampaknya Amazon fokus pada strategi mengambil komponen inti dari perbankan dan menggunakannya untuk mendukung pedagang dan pelanggannya dengan sebaik-baiknya.

Seperti yang dirangkum oleh studi CB Insights, "dalam arti tertentu, Amazon sedang membangun bank untuk dirinya sendiri."

Namun, katanya, ada beberapa kategori di mana bank tradisional tidak boleh mengesampingkan Amazon sebagai pesaing yang signifikan.

Dengan kapitalisasi pasar Amazon mendekati US$ 1 triliun, tidak dapat dikesampingkan soal keberadaan Amazon ini.

Di tengah tren bank digital ini pihak Amazon, melalui Amazon Web Services (AWS) menyatakan bahwa disrupsi teknologi di abad ke-21 telah membuat konsumen menginginkan transaksi keuangan yang dapat diakses dengan mudah, transparan terhadap status transaksi. Namun tetap harus aman dari ancaman penipuan dan pencurian.

"Konsumen saat ini yang didominasi oleh mereka yang telah dapat mengakses internet dan teknologi menginginkan layanan keuangan yang lebih mudah dan beragam," kata Country Manager Amazon Web Services (AWS) Indonesia, Gunawan Susanto, dilansir Detikfinance.

"Untuk dapat memperoleh preferensi baru konsumen di pasar dan mampu mengefisiensi operasional pada data center agar menjadi institusi yang lebih digital dan diinginkan oleh konsumen, cloud management menjadi hal yang vital. AWS terus mendorong dan membantu sektor keuangan untuk transformasi digital," ujarnya.

Gunawan menambahkan bahwa dalam bertransformasi menuju dunia digital, ada dua hal penting yang harus diperhatikan oleh industri keuangan, yaitu fitur keamanan seperti faktor keamanan, autentikasi, otorisasi, dan proteksi data.

Satunya lagi yaitu fitur model tata kelola yang terdiri dari faktor auditability, artifact management, model explainability, dan model monitor.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Bos BEKS Buka-bukaan Soal Rencana Bank Digital dengan Amazon

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading